Contoh Makalah Tentang Produk Ramah Lingkungan Download Doc

Contoh Makalah Tentang Produk Ramah Lingkungan Download Doc -  Produk ramah lingkungan adalah produk yang berasal biasanya dari bahan yang tidak mencemari lingkungan dan kemasan nya juga mudah di urai sehingga tidak menjadi sampah selain itu proses produksi nya juga tidak banyak mengeluarkan limbah sesungguh nya produk ramah lingkungan ini sendiri belum ada standar nya..jadi bebas untuk semua industri untuk melabeli produk mereka ramah lingkungan bahaya nya tergantung produk nya itu sendiri dan sangat bervariasi.


Bagi kamu yang sedang mencari artikel tentang Makalah tentang produk ramah lingkungan silahkan download makalahnya pada link di akhir artikel ini.


Baca Juga : Cara Menambah Ukuran Kertas F4 di Microsoft Office Word Secara Permanen


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang
Berbagai isu lingkungan, isu social dan fakta akan terbatasnya sumber bahan bakar fosil telah menstimulasi upaya penggunaan dan pengembangan bahan bakar alternative yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan (Ingram dan Doran 1995). Dewasa ini peningkatan dan ketidakstabilan harga minyak dalam pasar internasional telah memotivasi para ilmuan untuk memproduksi bahan bakar alternative, seperti etanol, yang penggunaannya lebih ramah lingkungan.
Produksi etanol sebagai alternative sumber energy bahan bakar fosil menjadi objekyang menarik sejak krisis minyak era 1970-an (Tao dkk, 2003). Etanol berfungsi sebagai penambah volume Bahan Bakar Minyak (BBM), peningkatan angka oktan, dan sebagai sumber oksigen untuk pembakaran yang lebih bersih pengganti Metil Tersier-Butil Eter (MTBE). Etanol dapat juga meningkatkan efisiensi pembakaran karena mengandung 35% oksigen, disamping itu ramah lingkungan karena emisi gas buangnya rendah kadar karbon monoksida, nitrogen oksida, dan gas-gas rumah kaca yang lain.
Manfaat etanol tidak hanya sebagai bahan bakar tetapi juga digunakan sebagai pelarut serta terdapat dalam berbagai produk kosmetika, minuman, farmasi, industry kimia dan beragam produk industry lainnya (Goksungur dan Zorlu 2001). Keunggulan sintesis etanol melalui fermentasi oleh mikroba adalah rendahnya biaya produksi, persentase rendemen yang tinggi, prosesnya relative lebih cepat, pengangganannya sederhana dan produk samping yang relative lebih sedikit dan aman bagi lingkungan. Tren untuk meningkatkan teknologi fermentase etanol mencangkup eksplorasi substrat yang tepat dan murah, pencarian dan perbaikan galur mikroba, serta optimasi proses fermentasi. Berbagai mikroba telah digunakan dalam fermentasi etanol. Diantarannya yang paling lazim adalah khamir Saccharomyces cereviciae (ragi) yang merupakan mikroorganisme paling komersial saat ini.
Khamir lebih banyak digunakan untuk memproduksi alcohol secara komersial dibandingkan dengan bakteri. Hal ini disebabkan karena khamir dapat memproduksi alcohol dalam jumlah besar, tetapi pembuatan etanol dengan bantuan mikroorganisme seperti ragi atau khamir (Saccharomyces cerevisiae) yang selama ini banyak digunakan umumnya tidak tahan pada etanol konsentrasi tinggi yang dihasilkan yang menyebabkan produktivitas etanolnya rendah.
Oleh karena itu dibutuhkan mokroorganisme yang lebih berpotensial untuk menghasilkan produktivitas etanol yang tinggi dan yang mampu memenuhi semua kelemahan dari Saccharomyces cerevisiae. Bakteri Zymomonas mobilis diyakini sebagai mikroorganisme paling ideal penghasil etanol karena memproduksi etanol terbanyak, toleran terhadap etanol konsentrasi tinggi dan pH rendah. Meskipun demikian, Zymomonas mobilis mempunyai kelemahan yaitu tidak mampu mengubah polimer karbohidrat kompleks, seperti selulosa, hemiselulosa dan pati menjadi etanol. Selain itu Zymomonas mobilis juga menghasilkan produk samping antara lain asam asetat, gliserol, aseton dan sorbitol serta terjadi pembentukan levan (polimer ekstraseluler). Zyomonas mobilis merupakan bakteri anaerob fakultatif. Bakteri ini merupakan organism fermentasi yang memanfaatkan sukrosa, glukosa dan fruktosa untuk menghasilkan etanol dengan mengikuti Entner Doudoroff Pathway.
Bakteri Zymomonas mobilis juga memiliki toleransi yang rendah terhadap garam dalam mesia dan sangat membutuhkan media yang steril, sehinggan menyulitkan untuk aplikasi skala industry. Upaya untuk meningkatkan efisiensi fermentasi etanol oleh Zymomonas mobilis diantaranya adalah dengan menerapkan system amibilisasi sel. Dengan system amobilisasi, sel dapat digunakan berulang dan continue, meningkatkan rendemem hasil karena pertambahan biomass diminimalisir, memudahkan pemisahan mikroba dari cairan fermentasi, produk lebih spesifik, meningkatkan stabilitas sel, serta kemudahan mengontrol dan menyeragamkan proses konversi sehingga dapat dimungkinkan degunakan dalam industry.
Mikroorganisme memiliki karakteristik dinding sel yang berbeda satu sama lain. Perbrdaan ini mempengaruhi efektifitas amobilisasinya pada berbagai bahan pendukung suatu bahan pendukung tertentu dapat memberikan kualitas amobilisasi yang lebih baik dibandingkan bahan pendukung lainnya karena lebih cocok dengan sel yang diamobilisasi,misalnya disebabkan karena jumlah gugus hidrofil yang lebih sesuai antara bahan pendukung dan sel. Pada umumnya sel Zymomonas mobilis diamobilisasi dengan metode entrapping menggunakan matriks polisakarida sangat bervariasi, sesuai dengan sifat mikroorganisme dalam gel tidak bias digenerakisir.
Mekanisme interaksi Zymomonas moblis dengan bahan pengamobilnya belum benar-benar diketahui hingga saat ini, jadi belum dapat ditentukan bahan pendukung yang paling tepat untuk mengamobilisasi Zymomonas mobilis. Dengan demikian upaya ekspolrasi matriks baru yang berpotensi besar untuk mengamobilisasi. Zymomonas mobilis sangat penting dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi fermentasi etanol. Alginate merupakan biopolymer yang paling sering digunakan untuk pembentukan membrane semipermeabel. Hal ini dikarenakan bebepara kelebihan yang dimiliki, yaitu biokompatibel (sesuai untuk sel hidup), penggunaanya yang relative mudah dan harganya lebih murah. Diantara yang telah menggunakan alinat sebagai pengamobil yaitu Goksungur dkk (2000) yang menyatakan matriks alginate paling sering digunakan karena memudahkan dan karakter non toksiknya. Hal ini mengindikasikan bahwa alginate sangat berpeluang sebagai matriks pengamibil Zymomonas mobilis.

1.2       Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah berapa konsentrasi optimum alginate dalam mengamobilisasi bakteri Zymomonas mobilis untuk memproduksi etanol dan bagaimana pengaruh sel amobil tersebut apabila digunakan dalam fermentasi dibandingkan dengan sel bebas bakteri Zymomonas mobilis, serta bagaimana kemampuan sel amobil apabila digunakan secara berulang dan setelah penyimpanan.

1.3       Batasan Masalah
Penelitian ini hanya menguji apakah bakteri Zymomonas mobilis yang diamobilisasi dengan algiat dapat menghasilkan vield dan produktifitas etanol yang lebih besar dibandingkan dengan sel bebas bakteri Zymomonas mobilis.

1.4       Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi optimum alginate dalam mengamobilisasi bakteri Zymomonas mobilis untuk memproduksi etanol, dan mengetahui pengaruhnya apabila digunakan dalam fermentasi dibandingkan dengan sel bebas bakteri Zymomonas mobilis, serta menguji kemampuan sel amobil tersebut apabila degunakan secara berulang dan setelah penyimpanan.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Produk Ramah Lingkungan dan Tidak Ramah Lingkungan
            Produk ramah lingkungan adalah produk yang berasal biasanya dari bahan yang tidak mencemari lingkungan dan kemasan nya juga mudah di urai sehingga tidak menjadi sampah..selain itu proses produksi nya juga tidak banyak mengeluarkan limbah
sesungguh nya produk ramah lingkungan ini sendiri belum ada standar nya..jadi bebas untuk semua industri untuk melabeli produk mereka ramah lingkungan
bahaya nya tergantung produk nya itu sendiri dan sangat bervariasi
.

2.2 Asal Usul Produk Ramah Lingkungan
Dahulu kala, efek dari perusakan lingkungan hidup sering kali tidak dipedulikan dalam mendesain sebuah produk baru atau dari proses produksinya. Limbah – limbah yang berbahaya dibuang tanpa memedulikan kemungkinan kerusakan lingkungan. Penggunaan energi dalam proses produksi yang tidak efisien menghasilkan biaya operasional produk yang sangat tinggi. Serta hasil produk yang penuh dengan bahan – bahan kimia dibiarkan bebas beredar di pasaran. Tentu hal ini sangat membahayakan konsumen dan menyebabkan lingkungan yang semakin tercemar.
Hal ini menginspirasi para pakar teknologi untuk membersihkan polusi masa lalu dan mengatur aliran limbah.
Proses membersihkan polusi memang hal yang penting dalam menyelamatkan lingkungan hidup, tetapi akan lebih efektif lagi jika mengubah desain produk.
Beberapa contoh perubahan desain produk antara lain :
a)   Mengganti bahan baku produk dari sintetis / kimia ke bahan alami
Contohnya adalah menggunakan campuran minyak sereh (Cymbopogon sitratus 250 ml, alkohol 50 ml, dan air 250 ml) untuk bahan baku pengusir nyamuk sekaligus sebagai  pewangi ruangan.
b)   Mengganti sistem pengencer pada bahan kimia.
Contohnya adalah mengganti pengencer yang tidak mengandung racun. Dalam hal ini pengencer berbahan dasar air lebih disenangi.
c)    Mengganti bahan baku plastik pembungkus.
Saat ini telah beredar plastik pembungkus yang ramah lingkungan, yaitu ecoplast. Ecoplast merupakan kantong plastik yang terbuat dari tepung tapioka. Bila kantong plastik lainnya baru dapat teruarai di dalam tanah setelah 100 hingga 500 tahun yang akan datang, ecoplast dapat terurai hanya dalam kurun waktu 6 bulan sampai 5 tahun.
d)  Menggunakan bahan baku produk yang familier dengan alam.
Contohnya adalah penggunaan selulosa sebagai pengganti khlor dalam pengharum ruangan.
e)   Mengganti sumber daya pembuatan produk.

Contohnya adalah pemanfaatan sinar matahari sebagai pengganti sumber daya untuk menyalakan listrik.

Sebenarnya ada tiga tujuan umum dalam desain ramah lingkungan, yaitu:
a)      Meminimalkan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Seperti penggunaan batu bara dan minyak bumi sebagai bahan bakar pengoperasian mesin – mesin industri.
b)      Mengatur penggunaan sumber daya alam yang bisa diperbarui dan meyakini kelanjutannya; serta
c)      Mengurangi racun dan emisi lain yang berbahaya pana lingkungan, termasuk emisi yang menyebabkan pemanasan global.

Sebuah produk ramah lingkungan atau proses industri ramah lingkungan tidak dapat didefinisikan dengan pasti, hanya bisa dipastikan bahwa produk tersebut adalah produk hijau apabila dibandingkan dengan produk lainnya. Misalnya, apakah proses produksinya menggunakan energi yang dapat diperbarui, menggunakan komponen – komponen yang dapat didaur ulang dan memiliki perencanaan yang pasti pada akhir usia produknya (end of life) dari sebuah produk.
Bagaimanapun, produk tersebut tidak dapat dikatakan sebagai produk ramah lingkungan jika menghasilkan limbah berbahaya dan menggunakan sumber daya alam yang mulai menipis pada proses produksinya.
Mengemas produk dalam ukuran besar, dinilai lebih ramah lingkungan daripada produk yang dikemas dalam ukuran kecil. Karena hal ini dapat menghemat penggunaan pembungkus serta menguntungkan konsumen bila dilihat dari harga produk per satuan beratnya.
 Menciptakan produk multiguna seperti pembersih serbaguna tentu lebih menghemat pengeluaran konsumen dan menghemat penggunaan pembungkus. Bila memungkinkan, menggunakan produk hasil daur ulang dapat turut membantu usaha menyelamatkan lingkungan hidup dari polusi masa lalu.
Mengembangkan dan memasarkan produk ramah lingkungan adalah sebuah langkah maju untuk menjaga sumber daya alam. Produk ramah lingkungan dapat mengurangi emisi, mengurangi limbah, mengurangi biaya akibat dampak sosial akibat polusi dan biaya perlindungan pada lingkungan. Produk hijau dapat menjanjikan keuntungan bagi perusahaan pembuatnya dengan megurangi biaya – biaya berikut ini: biaya untuk material, mengurangi biaya untuk proses pembuangan dan meningkatkan nilai jual produk hijau melalui penjualan dan ekspor.
Mendesain produk ramah lingkungan menjadi sangat penting saat ini, sama pentingnya dengan menyiapkan generasi masa depan dengan planet yang membuat mereka bisa bertahan dan berkembang.
 Dari berbagai hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa menyelamatkan lingkungan hidup dapat dimulai dari merubah desain produk dan mengupayakan proses produksi yang lebih menghemat sumber daya produksi. Selain itu, produk ramah lingkungan dapat menguntungkan konsumen dan perusahaan pembuatnya.

2.3 Cara mudah untuk membantu menghentikan prusakan lingkungan

1. PILIH PRODUK RAMAH LINGKUNGAN
Sebisa mungkin, pilihlah produk yang mencantumkan label ecofriendly atau recycling symbol pada kemasannya.
Label eco-friendly ditujukan pada barang atau jasa yang menimbulkan dampak negatif seminimal mungkin terhadap lingkungan. Sayangnya, belum ada standar internasional untuk konsep ini. Di Indonesia, produk berlabel ramah lingkungan seperti ini masih sulit ditemui. Yang lebih banyak adalah produk yang diklaim produsen sebagai produk ramah lingkungan, tanpa persetujuan pihak ke tiga. Label tipe ini sebetulnya sah saja dan juga bisa ditemui di negara maju seperti Amerika Serikat.
Produk dengan recycling symbol lebih umum ditemui. Simbol yang terdiri dari tiga anak panah hijau yang saling mengejar ini, digunakan untuk menandai produk yang bisa didaur ulang. Walau belum ada standar baku tentang pelabelan simbol ini, setidaknya bisa Anda jadikan patokan ketika memilih produk bagi si buah hati.
Saat ini makin banyak perusahaan apparel yang makin peduli dengan konservasi alam, sehingga memproduksi koleksi pakaian yang ramah alam. Sebisa mungkin, guanakan baju-baju berbahan 100% katun dan tidur di ranjang beralas sprei dari bahan serat alami.

2. GANTI TOILETRIES
Mengganti produk toiletries adalah cara paling cepat untuk mengurangi paparan pada kimia pada tubuh yang akibatnya makin terasa menakutkan. Kulit adalah organ terbesar yang kita miliki dan melalui kulit itu pulalah tubuh kita menyerap sebanyak apapun yang kita oleskan. Sabun mandi, sampo, pasta gigi, bubble bath, krim tabir surya dan pelembab wajah dan kulit yang kita pakai sehari-hari dipenuhi dengan zat kimia perusak yang menyebabkan sakit kulit dan alergi. Kini saatnya mengganti dengan produk natural atau organik dan tak mengandung deterjen. Serta sebisa mungkin menghindari produk yang mengandung sulfat.
Khusus untuk bayi, hindari produk yang menggunakan pewangi buatan. Produk kosmetik dengan pewangi buatan ini cenderung lebih ekonomis, namun penggunaannya meningkatkan resiko terjadinya iritasi dan alergi pada kulit. Apalagi, kulit bayi sangat halus dan tipis.Ini terjadi karena kandungan air masih cukup banyak dan ikatan antarselnya cukup longgar, sehingga kulit mudah sekali teriritasi dan mudah menyerap berbagai zat yang masuk ke dalam kulit.



3. PILIH PRODUK PEMBERSIH RAMAH LINGKUNGAN
Jujur saja, produk pembersih rumah dan perabotan yang dipakai rumah tangga kita sangat banyak variannya : deterjen masing-masing untuk baju putih, berwarna, hitam, pakaian dalam, lalu ada pewangi cucian, pewangi setrika, belum lagi cairan pembersih perabot, kaca, kamar mandi dan seterusnya. Semua bisa dipastikan mengandung zat kimia. Tak hanya berbahaya ketika terminum atau termakan oleh anak-anak, kandungan kimia para pembersih ini dalam jangka pendek dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Dan dalam jangka panjang dapat merusak bumi tercinta.
Di Indonesia sayangnya memang belum banyak diproduksi pembersih rumah dan perabot yang ramah alam. Tapi bila kita benar-benar mau peduli, ada baiknya Anda mulai memilih produk yang ecofriendly. Pilih produk yang bersifat biodegradable (bisa diuraikan lagi menjadi senyawa yang ramah lingkungan), tidak mengandung CFC atau chlorofluorocarbon, bahkan tidak mengandung parfum dan warna, serta tentu saja bebas toksik. Anda juga dapat membuat pembersih sendiri, misalnya minyak eukaliptus sebagai disinfektan atau cuka putih sebagai pembersih.
Untuk mencuci pakaian bayi, Anda dapat memilih sabun nondeterjen seperti lerak. Meski busanya tidak melimpah, lerak yang di luar negeri dikenal dengan nama soap nut, sangat aman digunakan untuk pakaian bayi dan tidak mengiritasi kulit, serta hipoalergenik sehingga tidak menimbulkan alergi.

4. RUMAH RAMAH LINGKUNGAN
Gunakan bahan yang tidak mengandung mold, asbes dan timbal. Paparan dari salah satu dari ketiga bahan ini menimbulkan dampak negatif, mulai dari reaksi alergi ringan sampai yang membahayakan jiwa. Pada beberapa orang, mold dapat menyebabkan reaksi alergi seperti iritasi pada mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru. Serat asbes yang terhirup dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk mesothelioma (sejenis kanker) dan asbestosis (peradangan pada jaringan di paru-paru).
Sedangkan timbal bersifat racun dan bila tertelan atau terhirup dapat membahayakan organ tubuh manusia terutama otak dan ginjal, serta fungsi reproduksi baik pada pria dan wanita. Wanita hamil, janin, dan anak usia kurang dari 4 tahun adalah kelompok yang paling rentan terhadap resiko ini.
Pilih cat yang bebas toksik. Selesai mengecat dinding, jangan buang sisa cat begitu saja ke bak cucian atau got depat rumah, simpan dalam wadahnya yang tertutup rapat. Bila Anda merenovasi rumah, tinggalkan rumah ketika kontraktor membongkar rumah Anda karena bisa saja ada timbal dan asbes yang berbahaya.
Untuk anak yang menderita asma dan alergi, perlu tempat tidur dan perlengkapan yang bebas kuman dan debu. Hindari pemakaian karpet karena lebih mudah mengumpulkan debu, kuman dan zat berbahaya lainnya. Riset yang dilakukan di Jepang dan AS menyebutkan, pilihan terbaik untuk mengurangi alergi adalah lantai kayu atau parket.

5. KURANGI AC
Tinggal di ruang berpendingin udara memang nyaman. Namun, bayi yang terus menerus menghirup udara dingin AC lebih mudah mengalami iritasi saluran pernapasan atas. Bukankah aliran udara AC berputar di ruangan itu saja ? Padahal agar sehat, Anda butuh pertukaran dengan udara luar. Belum lagi jika Anda tak sempat mengurus kebersihan AC, bisa-bisa berbagai penyakit infeksi pernapasan menghampiri Anda dan si buah hati. Maka, jika tidak terus menerus di ruang ber-AC, Anda bisa hemat listrik sekaligus hidup lebih sehat.

6. KURANGI POPOK SEKALI PAKAI
Berapa banyak bahan plastik terbuang dari pemakaian popok sekali pakai? Belum lagi jumlah plastik kemasannya. Padahal, plastik merupakan bahan yang sulit terurai. Jika memilih popok kain, Anda tak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tapi juga menghindarkan anak dari kemungkinan iritasi kulit atau ruam popok akibat kulit bersentuhan dengan bahan plastik atau karet diaper.
Selain popok kain konvensional, saat ini telah tersedia pula beragam re-usable cloth diapersehingga Anda leluasa memilih.

7. HINDARI INSEKTISIDA
Sadarkan anda bahwa insektisida adalah sumber racun yang sangat nyata ? Sebaiknya Anda memilih ”pembunuh serangga” yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, dengan memilih kelambu untuk menghindarkan Anda dan si buah hati dari gigitan nyamuk. Bagaimanapun, obat nyamuk adalah bahan kimia yang bersifat racun. Walaupun dosisnya kecil sehingga dinyatakan aman, tetap saja sifat-sifat dasar bahan kimia berdampak pada Anda dan si kecil.
Di kebun atau halaman rumah, Anda juga dapat menanam tanaman yang dipercaya sebagai pengusir nyamuk seperti lavender, zodia dan akar wangi.
Sebisa mungkin, pilih makanan organik dan bebas dari penggunaan insektisida. Cuci semua sayuran dan buah.

8. MAINAN NONTOXIC DAN RAMAH LINGKUNGAN
Pilih mainan yang dapat didaur ulang dan tidak menyebabkan perusakan lingkungan. Misalnya mainan dari bahan kain, atau mainan kayu yang dicat non-toxic. Di negara maju, penanganan kasus mainan yang tidak aman sangat baik dan sistematis. Sayangnya hal ini belum terjadi di negara kita.
Hindari mainan berbahan PVC untuk anak-anak kita. Zat kimia beracun tinggi yang dikenal sebai dioksin adalah hasil dari penggunaan PVC. Ini adalah racun untuk alam dan manusia, dan selalu dihubungkan dengan berbagai problem kesehatan. Saat ini sudah banyak dijual mainan ramah lingkungan yang berupa produk handmade yang memakai 100% serat alam dan produk daur ulang alam.


2.4 Pentingnya Menggunakan Produk Ramah Lingkungan
Keuntungan lain memilih produk ramah lingkungan ialah meningkatnya kualitas kesehatan mengingat produk ramah lingkungan umumnya menghinari zat kimia sintetis. Produk yang dibeli sehari-hari, seperti penyegar ruangan, deterjen, sabun, dan shampo terbuat dari bahan kimia yang dalam jangka panjang bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh, terutama mereka yang alergi atau rentan terhadap zat tertentu.
Ambil contoh, berbagai produk pembersih di rumah kita yang begitu berlimpah jenisnya mulai dari deterjen, pewangi, pelicin pakaian saart menyetrika, cairan pembersih perabot, kamar mandi, kaca jendela dan banyak lagi. Pewangi ruangan yang disemprotkan umumnya mengandung isobutena, butana, propana. Bahan yang sama menjadi bahan bakar di kompor dan korek gas. Sejumlah pembasmi nyamuk juga mengandung zat kimia sintetik seperti organosfat dan karbamat. Shampo yang kita gunakan sehari-hari, air bilasannya masuk ke saluran air dan bahan di dalamnya sulit terurai. Bahan itu bisa tidak hilang dalam pengolahan air limbah dan dapat membunuh mikroba bermanfaat penghuni air. Pembersih tubuh dan kosmetik pun rawan mengandung zat kimia seperti parfum, pengawet dan pewarna.
Produk-produk tersebut mengandung berbagai zat kimia yang lama-kelamaan berbahaya bagi kesehatan dan juga lingkungan. Guna mengurangi dampak buruk tersebut, pilih produk yang bisa diuraikan kembali senyawa ramah lingkungan, tidak mengandung klorofluorokarbon, pewangi, pewarna, tidak mengandung deterjen, dan bebas racun. Kita dapat berusaha selalu memilih produk mengandung bahan alami dan organik.
Jika mau berkreasi, kita bisa kembali mencoba berbagai resep tradisional jaman dulu untuk menciptakan berbagai alami di rumah. Minyak eukaliptus, misalnya, dapat menjadi desinfektan, cuka putih sebagai pembersih, lerak untuk mencuci pakaian bayi, atau merang untuk berkeramas. Penambahan cuka putih ke dalam cucian juga berguna melembutkan kain, menghilangkan bau dna mengurangi pelekatan statis. Campuran minyak sereh (Cymbopogon sitratus 250 ml, alkohol 50 ml, dan air 250 ml) yang disemprotkan di keset, misalnya dapat menjadi pengusir nyamuk sekaligus pewangi ruangan ketimbang menggunakan pengusir nyamuk kimia.

Jadilah Konsumen Ramah Lingkungan
· Beli produk dengan jumlah/volume/ukuran lebih besar. Produk berukuran lebih besar jelas lebih murah per satuan beratnya dan perlu pembungkus lebih sedikit.
· Hindari menggunakan produk sekali pakai kecuali saat darurat. Sebisanya carilah produk yang bisa dipakai berulangkali.

· Hindari membeli produk dengan bungkus berlapis-lapis.
· Kalau memungkinkan, belilah produk yang multiguna (misalnya pembersih serbaguna, dll). Jika satu produk bisa dipakai untuk beberapa kegunaan, buat apa beli tiga atau lima produk yang berbeda?
· Belilah produk yang tahan lama agar tak perlu sering-sering membeli yang baru.

· Berbelanjalah di sekitar tempat tinggal Anda! Lebih hemat bahan bakar dan hemat waktu tentunya.
· Bila memungkinkan, belilah produk hasil daur ulang atau yang dapat didaur ulang. Periksalah kemasan produk untuk mencari gambar panah saling kejar, lambang daur ulang. Contohnya
· Deterjen bubuk lebih ramah lingkungan daripada deterjen cair. Kandungan airnya yang sedikit membuat deterjen bubuk lebih mudah diangkut ke berbagai tempat. Sebagian kemasan deterjen bubuk menggunakan kardus yang dapat terurai. Jika membeli yang berkemasan plastik, pilih yang kemasannya bertanda daur ulang.
· Gunakan sapu tangan atau lap untuk mengganti tisu. Bahan dasar tisu diambil dari kayu hutan.
· Belilah minuman dalam botol, jangan kaleng. Setidaknya 60 persen kaleng soda terbuat dari aluminium baru (bijih besi bauksit yang ditambang) dan 40 persen dari aluminium yang daur ulang. Energi yang terpakai dalam proses pembuatannya setara dengan jumlah energi untuk menyalakan lampu pijar 50 watt selama 42 jam.
· Hindari produk berkemasan plastik. Plastik polietilena tereftalat (PET) #1 dibuat dari minyak tanah dan gas alam. Energi yang dipakai dalam proses pembuatan setara dengan energi untuk menyalakan lampu pijar 50 watt selama 16 jam. Plastik juga sangat sulit terurai dan hanya bisa didaur ulang beberapa kali saja.
· Kurangi konsumsi produk berbentuk semprotan aerosol (misalnya pembasmi serangga, deodoran, cat semprot, dll). Sebagian masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC) yang selain merusak ozon juga termasuk gas rumah kaca.

2.5 Produk Ramah Lingkungan Meningkatkan Daya Saing

            Jakarta, 4 Maret 2010. Bagaimana kita dapat memiliki produk yang ramah lingkungan atau Eco-Product yang mampu mendorong daya saing produk didalam konteks era pamanasan global (global warming), itulah pesan yang terungkap di dalam ajang pameran “Eco-Product International Fair 2010″ yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
Sebagai pengggiat dan sering menulis di bidang otomotif, rasa penasaran pun timbul untuk melihat secara dekat bagaimana para industriawan dan pengusaha, yang juga sekaligus sebagai produsen dapat menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan. Pada awalnya yang ingin dicari oleh penulis blog ini adalah industri dan pabrikan otomotif sepeda motor dan mobil.
Paling tidak sejauh apa sih usaha, maupun upaya perusahaan otomotif yang kini kebanyakan sudah memiliki divisi CSR (Corporate Social Responsibility). Apakah mereka memang sedang gencar dalam upaya dan gerakan ramah lingkungan, atau hanya sekedar memiliki unit CSR hanya untuk pajangan belaka?
Dari jumlah nama peserta, ada 135 peserta yang ikut pameran Eco-Product International Fair 2010 yang memang didominasi oleh para prinsipal (pemegang merek) asal Jepang, dan hanya satu pabrikan otomotif yang ikut hadir, yaitu PT Toyota Astra Motor (TAM) yang dikenal sebagai produsen mobil merek Toyota. Terus bagaimana keberadaan pabrikan otomotif lainnya?
Tak ada pabrikan otomotif lainnya yang ikut hadir, kecuali pabrikan kebutuhan rumah tangga seperti Sanyo, Mitsubishi, Toshiba, Sharp, Panasonic, Astra Graphia, Itochu, Marubeni, Kajima, dan lainnya yang didominasi oleh merek Jepang. Sayang sekali, jika Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki,  Hino, dan  sejumlah nama lainnya sebagai pemilik brand otomotif terbesar di Indonesia tidak nampak di ajang pameran Eco-Product tersebut.
Adalah hal yang sangat prihatin ketika kita ingin mengkritik soal ramah lingkungan khususnya di bidang industri otomotif, karena kehidupan masyarakat yang paling dekat adalah berhubungan dengan persoalan “polusi asap” dari kendaraan bermotor. Coba saja sejenak lihat ke jalan umum, ada banyak kendaraan bermotor, antara lain jenis metromini, kopaja, bus diesel, truk diesel, motor 2 tak, bajaj yang kesemuanya menghasilkan sap tebal, pedih di mata, dan rasa mual ketika kita menghirup asap polusi tersebut.
Karena tak ada industri di bidang otomotif, maka rasanya kehadiran penulis blog ini SL.com di ajang pameran tersebut cukup membosankan. Namun demikian, setidaknya ada baiknya juga jika pada akhirnya SL.com bisa melihat dari dekat bagaimana upaya para produsen, yang memang kebanyakan dari sisi kebutuhan rumah tangga yang sedang berusaha keras mendorong penggunaan teknologi, produk dan jasa yang berwawasan lingkungan. Paling tidak produk mereka harus bisa bersaing ditingkat pasar dunia.
Pameran ini berlangsung atas kerjasama Kamar Dagang Indonesia (KADIN Indonesia) dengan pihak Asian Productivity Organization (APO) dan juga Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Pameran Eco-Product ini berlangsung mulai dari Kamis 4 Maret  2010 sampai hari Minggu 7 Maret 2010 yang isinya adalah pameran produk ramah liingkungan, talk-show, presentasi, jumpa pers, workshop, seminar, dan lain sebagainya.
Menurut kutipan press release panitia acara, bahwa penyelenggaraan pameran bertaraf internasional Eco-Product ini sejalan dengan langkah-langkah masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, untuk memerangi pemanasan global dengan cara menggunakan produk-produk yang bersahabat dengan lingkungan.
Indonesia adalah negara ke-124 dari lebih 140 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto dan merupakan salah satu negara pendukung Copenhagen Accord yang merupakan hasil dari KTT ke-15 Perubahan Iklim dari United Nation for Climate Change Conference (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, bulan Desember 2009. Indonesia telah mentargetkan penurunan emisi gas rumah kaca 26 persen pada 2020 dengan berbagai program mitigasi.
Pameran Eco-Products International Fair (EPIF) 2010 ini dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Radjasa, didampingi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dan para pejabat pemerintahan serta berbagai pihak yang berkepentingan di dalam industri yang berwawasan lingkungan.
Selain pameran, EPIF 2010 juga menyelenggarakan konferensi bertemakan lingkungan hidup dengan menampilkan pembicara yang kredibel di bidangnya, serta memberikan penghargaan kepada ‘green business‘ yang dalam menjalankan bisnisnya bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Pameran EPIF 2010 adalah sebuah pameran konsep yang mengedepankan pemakaian teknologi, produk dan jasa yang berwawasan lingkungan mulai dari proses pengerjaannya sampai menjadi sebuah produk,” kata Rachmat Gobel, Chairman of the Steering Committee of the Eco Products International Fair (EPIF) 2010.
Ia menambahkan bahwa bagi Indonesia, EPIF adalah sebuah kesempatan emas untuk memperkuat daya saing industri di dalam negeri agar dapat bertahan dalam percaturan ekonomi global dan memperluas penetrasi pasar global melalui ‘green product‘.
Menurutnya, EPIF juga merupakan sarana mendorong para pelaku usaha domestik mulai dari industri besar, usaha menengah dan kecil agar menerapkan teknologi ramah lingkungan di dalam proses pembuatan produk-produknya, sehingga bisa bersaing di pasar global. Selain itu EPIF merupakan ajang penyebarluasan dan pertukaran informasi ekonomi dan lingkungan hidup yang teraktual di Asia dan seluruh dunia.
Melalui EPIF yang dimotori oleh APO dan para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Green Productivity Advisory Committee (GP AC), Indonesia dapat meningkatkan produktivitasnya melalui ‘Green Productivity‘ agar dapat masuk ke kancah persaingan global sehingga dapat exist dan berkembang dan dapat membangun serta memperluas aliansi bisnis dengan para pengusaha internasional.
Pameran berlokasi di Plenary Hall and Assembly Hall lCC dengan total luas area lebih dari 5000 meter persegi ini di ikuti oleh berbagai jenis usaha dan institusi di bidang perbankan, riset dan development, otomotif, elektronika, pertambangan & energi, kehutanan, perkebunan, kimia, tekstil, mebel, aneka kerajinan sampai spa dan obat-obatan tradisional.
EPIF 2010 ini juga menampilkan produk-produk yang berbasis dengan tradisi dan budaya Indonesia, berwawasan lingkungan dari mulai batik, jamu, furniture, keramik, dan aneka kerajinan tangan lainnya hingga pada makanan yang terangkum dalam Pavilliun ‘Indonesia Eco-culture’.
Kehadiran paviliun tersebut bertujuan mempromosikan produk-produk terbaik eco-culture negeri ini dengan harapan integrasi antara kebudayaan dan wawasan ramah lingkungan bisa menghasilkan nilai tambah kompetitif yang unik. Kekuatan ini tak akan mudah disaingi oleh kompetitor, serta bisa menjadi benchmark untuk masa mendatang.
Contohnya adalah batik dan jamu, yang merupakan bagian dari tradisi yang sudah kesohor ke seluruh di dunia dan diwariskan secara turun temurun serta hampir se1uruh bahannya terdapat di dalam negeri. Jika segenap komponen anak bangsa bisa mengembangkan keanekaragaman dan menghasilkan produk-produk berkualitas yang kompetitif, Indonesia bisa menjadi produsen terkemuka produk-produk eco-culture di dunia.


Tentang EPIF
Eco-Products International Fair (EPIF) adalah Pameran dan Konferensi Lingkungan Hidup terbesar di Asia yang telah digelar sejak 2004. Pertama kali digelar di Malaysia (2004) selanjutnya Thailand (2005), Singapore (2006), Vietnam (2008), Filipina (2009). Sedangkan negara Indonesia kini menjadi tuan rumah yang ke-enam, dan negara India akan menjadi tuan rumah EPIF 2011.
EPIF dimotori oleh Asian Productivity Organization (APO) dan Para Pengusaha Jepang yang tergabung dalam Green Productivity Advisory Committee (GPAC) dengan tujuan memperkenalkan produk ramah lingkungan; memperkenalkan teknologi dan jasa serta infrastruktur sosial yang mendukung program mitigasi perubahan iklim di dalam rangka mengurangi efek rumah kaca.

2.6 Membangun Perusahaan Ramah Lingkungan

Ekonomi Ramah Lingkungan
Sejak tahun 2000 pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi isu penting di setiap kegiatan ekonomi. Pemanfaatan sumber daya alam melalui aktivitas ekonomi diharapkan tidak merusak lingkungan dan dapat mensejahterakan masyarakat. Copenhagen consensuses merupakan komitmen nyata masyarakat dunia untuk mengurangi pencemaran lingkungan pada setiap kegiatan ekonomi. Masyarakat dunia menuntut pelaku ekonomi khususnya perusahaan-perusahaan besar supaya ikut serta dalam program pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat sebagai konsumen, pemerintah dan investor akan pentingnya pelestarian lingkuang, sekarang ini kinerja perusahaan tidak hanya dilihat dari besarnya laba yang dihasilkan. Prosperity, planet and profit yang lebih dikenal dengan three bottom line menjadi ukuran kinerja perusahaan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan laba. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat akan meningkatan permintaan (demand), kelestarian lingkungan akan menjaga kesinambungan sumber daya alam yang pada akhirnya keduanya akan meningkatkan laba perusahaan secara berkelanjutan (corporate sustainability).

Pasar Ramah Lingkungan
Kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan menciptakan pasar baru bagi perusahaan yaitu green consumer. Konsumen ramah lingkungan berasal dari masyarakat yang sadar akan pelestarian lingkungan, rela membayar lebih tinggi dari produk biasa untuk setiap produk ramah lingkungan. Produk ramah lingkungan mencakup barang ramah lingkungan, barang yang dihasilkan dari proses produksi yang ramah lingkungan dan barang yang dihasilkan dari bahan baku ramah lingkungan. Segmen konsumen ramah lingkungan setiap tahun terus mengalami peningkatan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Peningkatan permintaan produk ramah lingkungan di Eropa dapat dilihat dari peningkatan belanja konsumen untuk produk ramah lingkungan di Inggris.
Belanja konsumen untuk produk ramah lingkungan di Inggris dari tahun 2004 sampai tahun 2009 terus mengalami peningkatan. Belanja konsumen per kapita untuk produk ramah lingkungan pada tahun 2008 mencapai 251 punsterling atau sekitar Rp 2.510.000. Selain di Inggris, konsumen produk ramah lingkungan di Eropa yang terus mengalami peningkatan diantaranya di Jerman, Prancis, Swiss, Spanyol, Italia, Belanda, Denmark dan Belgia.
Sejalan dengan perkembangan di Eropa, konsumen produk ramah lingkungan di Amerika Serikat juga terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan permintaan produk ramah lingkungan di Amerika Serikat dapat dilihat dari penjualan produk ramah lingkungan yang dari tahun 2004 samapi tahun 2009 yang terus meningkat.
Penjualan produk ramah lingkungan di Amerika Serikat pada tahun 2004 sebesar 511 juta dolar, pada tahun 2009 meningkat menjadi 722 juta dolar. Diperkirakan penjualan produk ramah lingkungan di Amerika Serikan pada tahun 2014 akan mencapai 922 juta dolar.
Di Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan belum menciptakan pasar produk ramah lingkungan yang cukup besar. Ceruk pasar produk ramah lingkungan masih terbatas pada produk ramah lingkungan, seperti buah organik, sayur organik, padi organik. Pasar produk ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses yang ramah lingkungan dan bahan baku ramah lingkungan masih dalam tahap edukasi pasar.
Walaupun di dalam negeri pasar produk raham lingkungan belum berkembang pesat, pertumbuhan konsumen ramah lingkungan di Eropa dan Amerika Serikat menciptakan peluang bagi perusahaan Indonesia khususnya yang pangsa pasar utamanya negara-negara  Eropa dan Amerika Serikat. Pasar ramah lingkungan merupakan pasar menjanjikan dimana pasar tersebut memiliki potensi bisnis sebagai berikut:

·                     Konsumen ramah lingkungan mampu dan mau memberi produk ramah lingkungan lebih tinggi dari produk biasa. Produsen dapat menjulan produk ramah lingkungan dengan marjin yang tinggi.
·                     Tingkat kompetisi pada pasar ramah lingkungan masih belum tinggi. Investasi untuk menciptakan atau mengembangkan produk ramah lingkungan menjanjikan
·                     Proses dan prosedur penjualan produk ramah lingkungan cenderung mudah, tidak terganjal oleh undang-undang pemerintah.
·                     Banyak investor luar negeri yang tertarik terhadap perusahaan yang pangsa pasarnya konsumen ramah lingkungan.

 Nilai Perusahaan Ramah Lingkungan
Di Eropa dan Amerika Serikat corporate branding menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika membeli produk dan investor ketika akan berinvestasi. Profil perusahaan ramah lingkungan dapat menjadi corporate branding yang meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut. Perusahaan ramah lingkungan merupakan perusahaan yang menjaga kelestarian lingkungan. Perusahaan ramah lingkungan dapat berupa perusahaan yang menghasilkan produk ramah lingkungan, menggunakan bahan baku ramah lingkungan dan menerapkan produksi ramah lingkungan atau gabungan dari ketiganya. Perusahaan ramah lingkungan mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi karena pasar ramah lingkungan adalah pasar masa depan sehingga perusahaan ramah lingkungan akan sustain di masa depan.

 Strategi Menuju Perusahaan Ramah Lingkungan
Menjadi perusahaan raham lingkungan tidaklah mudah, dibutuhkan dana investasi untuk penelitian, pengembangan proyek, corporate social responsibility yang cukup besar, namun yang terpenting adalah komitmen kuat dari jajaran direksi, eksekutif dan manajemen perusahaan. Komitmen kuat seluruh jajaran perusahaan menjadi dasar untuk membangun perusahaan ramah lingkungan. Untuk membangun perusahaan raham lingkungan diperlukan strategi yang terbagi dalam 3 tahapan.

·                      Tahap pertama Menciptakan dan Membangun Budaya Ramah Lingkungan di Perusahaan.
Komitmen bersama untuk membangun perusahaan raham lingkungan dituangkan kedalam visi dan misi perusahaan. Mensosialisasikan budaya ramah lingkungan di dalam perusahaan dengan mengadakan program training dan pelatihan. Mensosialisasikan komitmen perusahaan kepada masyarakat dengan melakukan corporate branding, mengadakan program CSR dan menjalin kerjasama dengan peneliti, akademisi dan pemerintah. Hal ini berguna untuk mendapatkan wawasan mendalam atas tuntutan masyarakat dan sebagai networking guna mendapatkan sumber daya dari luar perusahaan.
Membentuk divisi khusus untuk menampung ide ramah lingkungan yang mendukung efisiensi dan efektivitas perusahaan atau menciptakan ide bisnis ramah lingkungan. Memperkuat divisi manajemen risiko untuk mengontorl risiko setiap program yang berkaitan dengan program pengembangan ramah lingkungan.

·                      Tahap kedua Mengembangkan Program Ramah Lingkungan yang Mendukung dan Memperkuat Daya Saing Perusahaan.
Program yang dikembangkan merupakan program ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara berkesinambungan, pertumbuhan pasar, brand positioning dancorporate branding. Program yang dikembangkan dapat berupa pengembangan produk ramah lingkungan, proses produksi ramah lingkungan dan bahan baku ramah lingkungan yang dapat meningkatkan pelayanan perusahaan. Program ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menjalin aliansi dengan perusahaan lain. Sebaiknya pengembangan program ramah lingkungan dimulai dari hal-hal kecil seperti penggunaan kertas daur ulang.

·                     Tahap ketiga Melakukan Penilaian dan Evaluasi
Setiap program dievaluasi dan dinilai untuk mengetahui progress, kendala dan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Penilaian dan evaluasi dilakukan untuk menghindari pembengkakan biaya program karena progress yang tertunda, mencari solusi atas kendala dan mengukur return atas dana yang dikeluarkan.

2.7 Upaya untuk Menghasilkan Produk yang Ramah Lingkungan

Clarion memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan produk-produk yang memiliki dampak minimal kepada lingkungan dengan mengenalkan sistem LCA (Life Cycle Assesment atau Penilaian Siklus Produksi), yaitu sebuah sistem yang menilai dampak lingkungan dari suatu produk tidak hanya ketika produk itu sedang diproduksi namun juga pada semua siklus produksinya, mulai dari proses pembelian komponen-komponen dan bahan-bahannya, pendistribusian fisiknya, penggunaanya oleh konsumen dan akhirnya sampai pada pembuangannya.
Kami juga mendorong upaya dalam tahap perancangannya dengan tidak menggunakan unsur-unsur yang berbahaya agar dapat memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang ketat serta ketentuan persyaratan dari para produsen kendaraan mobil. Selain itu, kami mendorong pula dilakukannya proses pembelian hijau atau pembelian bahan-bahan yang ramah lingkungan dan kami telah membentuk sebuah sistem analisa unsur kimia.
Dengan kedua alat bantu ini, kami berupaya keras untuk mengelola dan membatasi unsur-unsur yang dapat berdampak buruk kepada lingkungan dan kami melakukannya mulai dari tingkatan awal dalam pemilihan bahan-bahan dan komponen-komponen produk kami.
Untuk mengembangkan dan menawarkan produk-produk yang ramah lingkungan ini, Clarion melakukan analisis dampak lingkungan yang terdiri dari tujuh bagian di bawah ini: berat yang lebih ringan, masa usia pakai yang lebih panjang, kemampuan untuk dapat didaur ulang, kemudahan penguraiannya di alam, keselamatan, konsumsi energi yang lebih rendah, dan pengurangan unsur-unsur berbahaya. Produk-produk yang telah mematuhi panduan internal ini kemudian diberi label Clarion Eco-Mark, yang menunjukkan bahwa produk-produk tersebut adalah ramah lingkungan, dan ditampilkan dalam katalog produk-produk kami yang dikeluarkan di tahun 2006.

Kendali Kandungan Kimia dalam Produk

Mematuhi Petunjuk dari EU
Clarion mematuhi semua peraturan perundang-undangan dari EU (Uni Eropa) seperti petunjuk yang membatasi penggunakan unsur berbahaya tertentu (RoHS *1). Kami telah berupaya untuk tidak menggunakan kembali enam buah unsur yang sudah dilarang *2 di dalam perusahaan dan juga bekerja sama dengan para pemasok kami. 
Kami melakukan berbagai tindakan nyata agar komponen-komponen seperti naut dan lembaran logam agar bebas dari kromium bermolekul enam (hexavalent chromium) dan mencegah agar komponen kabel dan komponen elektronik bebas dari timbal. Sebagai hasilnya, semua komponen dari model produk 2006 yang dipasarkan di Eropa telah diuji dan terbukti tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang, dan produk-produk kami yang kami juall kini telah sesuai dengan ketentuan RoHS.
Selain itu pula kami telah melakukan perubahan dengan menggunakan patri yang bebas timbal, dan tampilan produk ini memiliki label yang sesuai.

*1 Petunjuk Pembatasan Penggunaan Unsur-Unsur Berbahaya (Restriction of Hazardous Substances (RoHS)).
Petunjuk arahan ini membatasi penggunaan unsur-unsur berbahaya tertentu yang ada di dalam berbagai perangkat elektronik. Semenjak bulan Juli 2006, pemerintahan Uni Eropa telah melarang penjualan produk-produk yang mengandung enam buah unsur yang terlarang di seluruh wilayah Uni Eropa.
*2 Enam Buah Unsur yang Dilarang
Unsur-unsur ini adalah timbal, merkuri, kadmium, kromium bermolekul enam, bifenil polibrominat (PBB) dan dipenil eter poliabrominat (PBDE)

Membangun Sistem Kendali Unsur Kimia

Tindakan untuk mengendalikan kandungan kimia dalam berbagai produk tidak hanya terbatas pada upaya pembelian hijau atau pembelian bahan-bahan yang ramah lingkungan. Selain bergantung kepada informasi yang diberukan pemasok, Clarion juga melakukan analisa unsur-unsur yang berbahaya bagi lingkungan secara internal dengan bantuan peralatan seperti alat penganalisa spektrografik Sinar-X yang berpijar. Kami juga membangun kembali sistem informasi unsur kimia yang kami punyai dengan melakukan pengaturan sistem analisa/inspeksi.

Kepatuhan kepada VOC

Sebagai jawaban atas persyaratan yang diminta para produksen kendaraan mobil, Clarion mengambil tindakan untuk mengurangi Senyawa Organis yang Mudah Menguap (Volatile Organic Compounds-VOC). VOCs, yang menyebabkan "sindrom mual pada kendaraan mobil” dapat memberikan dampak pada pengendara dan penumpang di dalam ruang kendaraan”. Sebagai konsekwensinya, kami berupaya untuk membuat produk-produk yang tidak menimbulkan dampak VOC di dalam ruang kendaraan mobil.

Gerakan Pembelian Hijau        

Clarion bekerja sama dengan para pemasok, melakukan pengembangan dan menawarkan produk-produk yang mematuhi berbagai peraturan perundang-undangan dan standar industri. Kesemuanya ini dinyatakan dalam “Panduan Pembelian Hijau” dan “Daftar Unsur Beracun”.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai analisa pengaruh Green product, Green adversting, dan keterlibatan konsumen terhadap keputusan pembelian perusahaan Laksmie florist, maka dapat didapatkan beberapa kesimpulan akan masalah tersebut sebagai berikut:
·         Variable Green product menunjukkan akan pengaruh yang signifikan terhadap variable keterlibatan konsumen secara stimultan dan Green adversting berpengaruh terbalik dengan keterlibatan konsumen. Secara parsial variable Green product menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatab konsumen. Dan diketahui pula factor penentunya adalah bahan dasar yang digunakan oleh perusahaan Laksmi florist untuk membuat produk tersebut merupakan salah satu keunggulan tertentu sehingga responden mau membeli produk di perusahaan Laksmie florist. Hal ini didukung oleh teori hubungan Green product.
Sedangkan Green adversting menunjukkan adanya pengaruh yang berbanding terbalik terhadap variable keterlibatan konsumen. Factor yang mendasari bahwa adanya pengaruh yang berbanding terbalik ialah variable Green adversting diketahui yaitu iklan perusahaan Laksime florist belum efektif dan kurang berisikan lingkunga seperti pesan didalamnya. Belum berkampanyekan kepedulian lingkungan, spanduk dan gambar yang belum efektif dalam merincikan ramah lingkungan dan iklan Laksime florist belum bias memuat logo dan sertifikat mengenai kepedulian lingkungan.
Sehingga belum bias berpengaruh berbanding sama dengan variable keterlibatan konsumen. Selain itu, berdasarkan table Tingkat Reabilitas diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antara variable Green product dengan variable Green adversting diketahui cukup kuat. Kemudian apada variable Green product dan Green adversting terhadap keterlibatan konsumen memiliki pengaruh konstribusi yang signifikan. Sesuai dengan teori yang berbunyi “ dengan adanya Green adversting yang mengemas sebuah iklan dalam bentuk yang lebih peduli terhadap lingkungan akan membawa dampak pada suatu produk yang ramah lingkungan. Dengan begitu masyarakat dan konsumen tidak perlu khawatir terhadap iklan yang mengganggu lingkungan.
·         Dalam bentuk yang lebih peduli terhadap lingkungan akan membawa dampak pada suatu produk yang ramah lingkungan. Dengan begitu masyarakat dan konsumen tidak perlu khawatir terhadap iklan yang mengganggu lingkungan sekitar. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan konsumen sehingga akan menambah pengetahuan konsumen serta akan menumbuhkan keputusan pembelian konsumen yang meyakinkan calon pembeli.

3.2 Saran
Semoga makalah ini bisa dibaca oleh semua. Dan mohon masukan untuk pembatannya makalah ini. Kurang lebihnya mohon dimaklumi karena kami mash dalam tahap belajar.

Baca Juga : Cara Mudah Membuat Titik-Titik Daftar Isi Otomatis Agar Rapi di Word dengan Mudah dan Cepat

Nah itulah contoh makalah tentang produk ramah lingkungan, semoga bermanfaat. Soft file dalam bentuk doc atau word bisa sobat unduh pada ink di bawah.

0 Response to "Contoh Makalah Tentang Produk Ramah Lingkungan Download Doc"

Post a Comment