Contoh Makalah Tentang Produk Ramah Lingkungan Download Doc
Contoh Makalah Tentang Produk Ramah Lingkungan Download Doc - Produk ramah lingkungan adalah produk yang berasal biasanya dari bahan yang tidak mencemari lingkungan dan kemasan nya juga mudah di urai sehingga tidak menjadi sampah selain itu proses produksi nya juga tidak banyak mengeluarkan limbah sesungguh nya produk ramah lingkungan ini sendiri belum ada standar nya..jadi bebas untuk semua industri untuk melabeli produk mereka ramah lingkungan bahaya nya tergantung produk nya itu sendiri dan sangat bervariasi.
Bagi kamu yang sedang mencari artikel tentang Makalah tentang produk ramah lingkungan silahkan download makalahnya pada link di akhir artikel ini.
2.5 Produk Ramah Lingkungan Meningkatkan Daya Saing
2.7 Upaya untuk
Menghasilkan Produk yang Ramah Lingkungan
Kendali Kandungan Kimia
dalam Produk
Membangun Sistem Kendali Unsur Kimia
Kepatuhan kepada VOC
Gerakan Pembelian
Hijau
Nah itulah contoh makalah tentang produk ramah lingkungan, semoga bermanfaat. Soft file dalam bentuk doc atau word bisa sobat unduh pada ink di bawah.
Bagi kamu yang sedang mencari artikel tentang Makalah tentang produk ramah lingkungan silahkan download makalahnya pada link di akhir artikel ini.
Baca Juga : Cara Menambah Ukuran Kertas F4 di Microsoft Office Word Secara Permanen
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Berbagai isu
lingkungan, isu social dan fakta akan terbatasnya sumber bahan bakar fosil
telah menstimulasi upaya penggunaan dan pengembangan bahan bakar alternative
yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan (Ingram dan Doran 1995). Dewasa
ini peningkatan dan ketidakstabilan harga minyak dalam pasar internasional
telah memotivasi para ilmuan untuk memproduksi bahan bakar alternative, seperti
etanol, yang penggunaannya lebih ramah lingkungan.
Produksi etanol
sebagai alternative sumber energy bahan bakar fosil menjadi objekyang menarik
sejak krisis minyak era 1970-an (Tao dkk, 2003). Etanol berfungsi sebagai
penambah volume Bahan Bakar Minyak (BBM), peningkatan angka oktan, dan sebagai
sumber oksigen untuk pembakaran yang lebih bersih pengganti Metil Tersier-Butil
Eter (MTBE). Etanol dapat juga meningkatkan efisiensi pembakaran karena
mengandung 35% oksigen, disamping itu ramah lingkungan karena emisi gas
buangnya rendah kadar karbon monoksida, nitrogen oksida, dan gas-gas rumah kaca
yang lain.
Manfaat etanol
tidak hanya sebagai bahan bakar tetapi juga digunakan sebagai pelarut serta
terdapat dalam berbagai produk kosmetika, minuman, farmasi, industry kimia dan
beragam produk industry lainnya (Goksungur dan Zorlu 2001). Keunggulan sintesis
etanol melalui fermentasi oleh mikroba adalah rendahnya biaya produksi,
persentase rendemen yang tinggi, prosesnya relative lebih cepat,
pengangganannya sederhana dan produk samping yang relative lebih sedikit dan
aman bagi lingkungan. Tren untuk meningkatkan teknologi fermentase etanol
mencangkup eksplorasi substrat yang tepat dan murah, pencarian dan perbaikan
galur mikroba, serta optimasi proses fermentasi. Berbagai mikroba telah
digunakan dalam fermentasi etanol. Diantarannya yang paling lazim adalah khamir
Saccharomyces cereviciae (ragi) yang merupakan mikroorganisme paling komersial
saat ini.
Khamir lebih
banyak digunakan untuk memproduksi alcohol secara komersial dibandingkan dengan
bakteri. Hal ini disebabkan karena khamir dapat memproduksi alcohol dalam
jumlah besar, tetapi pembuatan etanol dengan bantuan mikroorganisme seperti
ragi atau khamir (Saccharomyces cerevisiae) yang selama ini banyak digunakan
umumnya tidak tahan pada etanol konsentrasi tinggi yang dihasilkan yang
menyebabkan produktivitas etanolnya rendah.
Oleh karena itu dibutuhkan mokroorganisme yang lebih berpotensial
untuk menghasilkan produktivitas etanol yang tinggi dan yang mampu memenuhi
semua kelemahan dari Saccharomyces cerevisiae. Bakteri Zymomonas
mobilis diyakini sebagai mikroorganisme paling ideal penghasil etanol karena
memproduksi etanol terbanyak, toleran terhadap etanol konsentrasi tinggi dan pH
rendah. Meskipun demikian, Zymomonas mobilis mempunyai kelemahan yaitu tidak
mampu mengubah polimer karbohidrat kompleks, seperti selulosa, hemiselulosa dan
pati menjadi etanol. Selain itu Zymomonas mobilis juga menghasilkan produk
samping antara lain asam asetat, gliserol, aseton dan sorbitol serta terjadi
pembentukan levan (polimer ekstraseluler). Zyomonas mobilis merupakan bakteri
anaerob fakultatif. Bakteri ini merupakan organism fermentasi yang memanfaatkan
sukrosa, glukosa dan fruktosa untuk menghasilkan etanol dengan mengikuti Entner
Doudoroff Pathway.
Bakteri Zymomonas
mobilis juga memiliki toleransi yang rendah terhadap garam dalam mesia dan
sangat membutuhkan media yang steril, sehinggan menyulitkan untuk aplikasi
skala industry. Upaya untuk meningkatkan efisiensi fermentasi etanol oleh
Zymomonas mobilis diantaranya adalah dengan menerapkan system amibilisasi sel.
Dengan system amobilisasi, sel dapat digunakan berulang dan continue, meningkatkan
rendemem hasil karena pertambahan biomass diminimalisir, memudahkan pemisahan
mikroba dari cairan fermentasi, produk lebih spesifik, meningkatkan stabilitas
sel, serta kemudahan mengontrol dan menyeragamkan proses konversi sehingga
dapat dimungkinkan degunakan dalam industry.
Mikroorganisme
memiliki karakteristik dinding sel yang berbeda satu sama lain. Perbrdaan ini
mempengaruhi efektifitas amobilisasinya pada berbagai bahan pendukung suatu
bahan pendukung tertentu dapat memberikan kualitas amobilisasi yang lebih baik
dibandingkan bahan pendukung lainnya karena lebih cocok dengan sel yang
diamobilisasi,misalnya disebabkan karena jumlah gugus hidrofil yang lebih
sesuai antara bahan pendukung dan sel. Pada umumnya sel Zymomonas mobilis
diamobilisasi dengan metode entrapping menggunakan matriks polisakarida sangat
bervariasi, sesuai dengan sifat mikroorganisme dalam gel tidak bias
digenerakisir.
Mekanisme
interaksi Zymomonas moblis dengan bahan pengamobilnya belum benar-benar
diketahui hingga saat ini, jadi belum dapat ditentukan bahan pendukung yang
paling tepat untuk mengamobilisasi Zymomonas mobilis. Dengan demikian upaya
ekspolrasi matriks baru yang berpotensi besar untuk mengamobilisasi. Zymomonas
mobilis sangat penting dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi fermentasi
etanol. Alginate merupakan biopolymer yang paling sering digunakan untuk
pembentukan membrane semipermeabel. Hal ini dikarenakan bebepara kelebihan yang
dimiliki, yaitu biokompatibel (sesuai untuk sel hidup), penggunaanya yang relative
mudah dan harganya lebih murah. Diantara yang telah menggunakan alinat sebagai
pengamobil yaitu Goksungur dkk (2000) yang menyatakan matriks alginate paling
sering digunakan karena memudahkan dan karakter non toksiknya. Hal ini
mengindikasikan bahwa alginate sangat berpeluang sebagai matriks pengamibil
Zymomonas mobilis.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan
dalam penelitian ini adalah berapa konsentrasi optimum alginate dalam
mengamobilisasi bakteri Zymomonas mobilis untuk memproduksi etanol dan
bagaimana pengaruh sel amobil tersebut apabila digunakan dalam fermentasi
dibandingkan dengan sel bebas bakteri Zymomonas mobilis, serta bagaimana
kemampuan sel amobil apabila digunakan secara berulang dan setelah penyimpanan.
1.3 Batasan
Masalah
Penelitian ini
hanya menguji apakah bakteri Zymomonas mobilis yang diamobilisasi dengan algiat
dapat menghasilkan vield dan produktifitas etanol yang lebih besar dibandingkan
dengan sel bebas bakteri Zymomonas mobilis.
1.4 Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi
optimum alginate dalam mengamobilisasi bakteri Zymomonas mobilis untuk
memproduksi etanol, dan mengetahui pengaruhnya apabila digunakan dalam
fermentasi dibandingkan dengan sel bebas bakteri Zymomonas mobilis, serta
menguji kemampuan sel amobil tersebut apabila degunakan secara berulang dan
setelah penyimpanan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Produk Ramah Lingkungan dan
Tidak Ramah Lingkungan
Produk
ramah lingkungan adalah produk yang berasal biasanya dari bahan yang tidak
mencemari lingkungan dan kemasan nya juga mudah di urai sehingga tidak
menjadi sampah..selain itu proses produksi nya juga tidak banyak mengeluarkan
limbah
sesungguh nya produk ramah lingkungan ini sendiri belum ada standar nya..jadi bebas untuk semua industri untuk melabeli produk mereka ramah lingkungan
bahaya nya tergantung produk nya itu sendiri dan sangat bervariasi.
sesungguh nya produk ramah lingkungan ini sendiri belum ada standar nya..jadi bebas untuk semua industri untuk melabeli produk mereka ramah lingkungan
bahaya nya tergantung produk nya itu sendiri dan sangat bervariasi.
2.2 Asal Usul Produk Ramah Lingkungan
Dahulu kala, efek
dari perusakan lingkungan hidup sering kali tidak dipedulikan dalam mendesain
sebuah produk baru atau dari proses produksinya. Limbah – limbah yang berbahaya
dibuang tanpa memedulikan kemungkinan kerusakan lingkungan. Penggunaan energi dalam
proses produksi yang tidak efisien menghasilkan biaya operasional produk yang
sangat tinggi. Serta hasil produk yang penuh dengan bahan – bahan kimia
dibiarkan bebas beredar di pasaran. Tentu hal ini sangat membahayakan konsumen
dan menyebabkan lingkungan yang semakin tercemar.
Hal ini
menginspirasi para pakar teknologi untuk membersihkan polusi masa lalu dan
mengatur aliran limbah.
Proses
membersihkan polusi memang hal yang penting dalam menyelamatkan lingkungan
hidup, tetapi akan lebih efektif lagi jika mengubah desain produk.
Beberapa contoh
perubahan desain produk antara lain :
a) Mengganti
bahan baku produk dari sintetis / kimia ke bahan alami
Contohnya adalah
menggunakan campuran minyak sereh (Cymbopogon sitratus 250 ml, alkohol 50 ml, dan air 250 ml) untuk bahan baku
pengusir nyamuk sekaligus sebagai pewangi ruangan.
b) Mengganti
sistem pengencer pada bahan kimia.
Contohnya adalah
mengganti pengencer yang tidak mengandung racun. Dalam hal ini pengencer
berbahan dasar air lebih disenangi.
c)
Mengganti bahan baku plastik pembungkus.
Saat ini telah
beredar plastik pembungkus yang ramah lingkungan, yaitu ecoplast. Ecoplast
merupakan kantong plastik yang terbuat dari tepung tapioka. Bila kantong
plastik lainnya baru dapat teruarai di dalam tanah setelah 100 hingga 500 tahun
yang akan datang, ecoplast dapat terurai hanya dalam kurun waktu 6 bulan sampai
5 tahun.
d) Menggunakan
bahan baku produk yang familier dengan alam.
Contohnya adalah
penggunaan selulosa sebagai pengganti khlor dalam pengharum ruangan.
e) Mengganti
sumber daya pembuatan produk.
Contohnya adalah pemanfaatan sinar matahari sebagai
pengganti sumber daya untuk menyalakan listrik.
Sebenarnya ada
tiga tujuan umum dalam desain ramah lingkungan, yaitu:
a) Meminimalkan
penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Seperti penggunaan
batu bara dan minyak bumi sebagai bahan bakar pengoperasian mesin – mesin
industri.
b) Mengatur
penggunaan sumber daya alam yang bisa diperbarui dan meyakini kelanjutannya;
serta
c) Mengurangi
racun dan emisi lain yang berbahaya pana lingkungan, termasuk emisi yang
menyebabkan pemanasan global.
Sebuah produk
ramah lingkungan atau proses industri ramah lingkungan tidak dapat
didefinisikan dengan pasti, hanya bisa dipastikan bahwa produk tersebut adalah
produk hijau apabila dibandingkan dengan produk lainnya. Misalnya, apakah
proses produksinya menggunakan energi yang dapat diperbarui, menggunakan
komponen – komponen yang dapat didaur ulang dan memiliki perencanaan yang pasti
pada akhir usia produknya (end of life) dari sebuah produk.
Bagaimanapun,
produk tersebut tidak dapat dikatakan sebagai produk ramah lingkungan jika
menghasilkan limbah berbahaya dan menggunakan sumber daya alam yang mulai
menipis pada proses produksinya.
Mengemas produk
dalam ukuran besar, dinilai lebih ramah lingkungan daripada produk yang dikemas
dalam ukuran kecil. Karena hal ini dapat menghemat penggunaan pembungkus serta
menguntungkan konsumen bila dilihat dari harga produk per satuan beratnya.
Menciptakan
produk multiguna seperti pembersih serbaguna tentu lebih menghemat pengeluaran
konsumen dan menghemat penggunaan pembungkus. Bila memungkinkan, menggunakan
produk hasil daur ulang dapat turut membantu usaha menyelamatkan lingkungan
hidup dari polusi masa lalu.
Mengembangkan dan
memasarkan produk ramah lingkungan adalah sebuah langkah maju untuk menjaga
sumber daya alam. Produk ramah lingkungan dapat mengurangi emisi, mengurangi
limbah, mengurangi biaya akibat dampak sosial akibat polusi dan biaya
perlindungan pada lingkungan. Produk hijau dapat menjanjikan keuntungan bagi
perusahaan pembuatnya dengan megurangi biaya – biaya berikut ini: biaya untuk
material, mengurangi biaya untuk proses pembuangan dan meningkatkan nilai jual
produk hijau melalui penjualan dan ekspor.
Mendesain produk
ramah lingkungan menjadi sangat penting saat ini, sama pentingnya dengan
menyiapkan generasi masa depan dengan planet yang membuat mereka bisa bertahan
dan berkembang.
Dari
berbagai hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa
menyelamatkan lingkungan hidup dapat dimulai dari merubah desain produk dan
mengupayakan proses produksi yang lebih menghemat sumber daya produksi. Selain
itu, produk ramah lingkungan dapat menguntungkan konsumen dan perusahaan
pembuatnya.
2.3 Cara mudah untuk membantu menghentikan
prusakan lingkungan
1. PILIH PRODUK RAMAH LINGKUNGAN
Sebisa mungkin,
pilihlah produk yang mencantumkan label ecofriendly atau recycling symbol pada
kemasannya.
Label eco-friendly ditujukan
pada barang atau jasa yang menimbulkan dampak negatif seminimal mungkin
terhadap lingkungan. Sayangnya, belum ada standar internasional untuk konsep
ini. Di Indonesia, produk berlabel ramah lingkungan seperti ini masih sulit
ditemui. Yang lebih banyak adalah produk yang diklaim produsen sebagai produk
ramah lingkungan, tanpa persetujuan pihak ke tiga. Label tipe ini sebetulnya
sah saja dan juga bisa ditemui di negara maju seperti Amerika Serikat.
Produk
dengan recycling
symbol lebih umum ditemui. Simbol yang terdiri dari tiga anak
panah hijau yang saling mengejar ini, digunakan untuk menandai produk yang bisa
didaur ulang. Walau belum ada standar baku tentang pelabelan simbol ini,
setidaknya bisa Anda jadikan patokan ketika memilih produk bagi si buah hati.
Saat ini makin banyak perusahaan apparel yang makin
peduli dengan konservasi alam, sehingga memproduksi koleksi pakaian yang ramah
alam. Sebisa mungkin, guanakan baju-baju berbahan 100% katun dan tidur di
ranjang beralas sprei dari bahan serat alami.
2. GANTI TOILETRIES
Mengganti produk
toiletries adalah cara paling cepat untuk mengurangi paparan pada kimia pada
tubuh yang akibatnya makin terasa menakutkan. Kulit adalah organ terbesar yang
kita miliki dan melalui kulit itu pulalah tubuh kita menyerap sebanyak apapun
yang kita oleskan. Sabun mandi, sampo, pasta gigi, bubble bath,
krim tabir surya dan pelembab wajah dan kulit yang kita pakai sehari-hari
dipenuhi dengan zat kimia perusak yang menyebabkan sakit kulit dan alergi. Kini
saatnya mengganti dengan produk natural atau organik dan tak mengandung
deterjen. Serta sebisa mungkin menghindari produk yang mengandung sulfat.
Khusus untuk
bayi, hindari produk yang menggunakan pewangi buatan. Produk kosmetik dengan
pewangi buatan ini cenderung lebih ekonomis, namun penggunaannya meningkatkan
resiko terjadinya iritasi dan alergi pada kulit. Apalagi, kulit bayi sangat
halus dan tipis.Ini terjadi karena kandungan air masih cukup banyak dan ikatan
antarselnya cukup longgar, sehingga kulit mudah sekali teriritasi dan mudah
menyerap berbagai zat yang masuk ke dalam kulit.
3. PILIH PRODUK PEMBERSIH RAMAH LINGKUNGAN
Jujur saja, produk pembersih rumah dan perabotan yang dipakai rumah
tangga kita sangat banyak variannya : deterjen masing-masing untuk baju putih,
berwarna, hitam, pakaian dalam, lalu ada pewangi cucian, pewangi setrika, belum
lagi cairan pembersih perabot, kaca, kamar mandi dan seterusnya. Semua bisa
dipastikan mengandung zat kimia. Tak hanya berbahaya ketika terminum atau
termakan oleh anak-anak, kandungan kimia para pembersih ini dalam jangka pendek
dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Dan dalam jangka
panjang dapat merusak bumi tercinta.
Di Indonesia
sayangnya memang belum banyak diproduksi pembersih rumah dan perabot yang ramah
alam. Tapi bila kita benar-benar mau peduli, ada baiknya Anda mulai memilih
produk yang ecofriendly.
Pilih produk yang bersifat biodegradable (bisa diuraikan lagi menjadi senyawa
yang ramah lingkungan), tidak mengandung CFC atau chlorofluorocarbon,
bahkan tidak mengandung parfum dan warna, serta tentu saja bebas toksik. Anda
juga dapat membuat pembersih sendiri, misalnya minyak eukaliptus sebagai
disinfektan atau cuka putih sebagai pembersih.
Untuk mencuci
pakaian bayi, Anda dapat memilih sabun nondeterjen seperti lerak. Meski busanya
tidak melimpah, lerak yang di luar negeri dikenal dengan nama soap nut,
sangat aman digunakan untuk pakaian bayi dan tidak mengiritasi kulit, serta
hipoalergenik sehingga tidak menimbulkan alergi.
4. RUMAH RAMAH LINGKUNGAN
Gunakan bahan
yang tidak mengandung mold, asbes dan timbal. Paparan dari salah satu dari
ketiga bahan ini menimbulkan dampak negatif, mulai dari reaksi alergi ringan
sampai yang membahayakan jiwa. Pada beberapa orang, mold dapat
menyebabkan reaksi alergi seperti iritasi pada mata, hidung, tenggorokan dan
paru-paru. Serat asbes yang terhirup dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk
mesothelioma (sejenis kanker) dan asbestosis (peradangan pada jaringan di
paru-paru).
Sedangkan timbal
bersifat racun dan bila tertelan atau terhirup dapat membahayakan organ tubuh
manusia terutama otak dan ginjal, serta fungsi reproduksi baik pada pria dan
wanita. Wanita hamil, janin, dan anak usia kurang dari 4 tahun adalah kelompok
yang paling rentan terhadap resiko ini.
Pilih cat yang
bebas toksik. Selesai mengecat dinding, jangan buang sisa cat begitu saja ke
bak cucian atau got depat rumah, simpan dalam wadahnya yang tertutup rapat.
Bila Anda merenovasi rumah, tinggalkan rumah ketika kontraktor membongkar rumah
Anda karena bisa saja ada timbal dan asbes yang berbahaya.
Untuk anak yang menderita asma dan alergi, perlu
tempat tidur dan perlengkapan yang bebas kuman dan debu. Hindari pemakaian
karpet karena lebih mudah mengumpulkan debu, kuman dan zat berbahaya lainnya.
Riset yang dilakukan di Jepang dan AS menyebutkan, pilihan terbaik untuk
mengurangi alergi adalah lantai kayu atau parket.
5. KURANGI AC
Tinggal di ruang
berpendingin udara memang nyaman. Namun, bayi yang terus menerus menghirup
udara dingin AC lebih mudah mengalami iritasi saluran pernapasan atas. Bukankah
aliran udara AC berputar di ruangan itu saja ? Padahal agar sehat, Anda butuh
pertukaran dengan udara luar. Belum lagi jika Anda tak sempat mengurus
kebersihan AC, bisa-bisa berbagai penyakit infeksi pernapasan menghampiri Anda
dan si buah hati. Maka, jika tidak terus menerus di ruang ber-AC, Anda bisa
hemat listrik sekaligus hidup lebih sehat.
6. KURANGI POPOK SEKALI PAKAI
Berapa banyak
bahan plastik terbuang dari pemakaian popok sekali pakai? Belum lagi jumlah
plastik kemasannya. Padahal, plastik merupakan bahan yang sulit terurai. Jika
memilih popok kain, Anda tak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tapi
juga menghindarkan anak dari kemungkinan iritasi kulit atau ruam popok akibat
kulit bersentuhan dengan bahan plastik atau karet diaper.
Selain popok kain
konvensional, saat ini telah tersedia pula beragam re-usable cloth
diapersehingga Anda leluasa memilih.
7. HINDARI INSEKTISIDA
Sadarkan anda
bahwa insektisida adalah sumber racun yang sangat nyata ? Sebaiknya Anda
memilih ”pembunuh serangga” yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, dengan
memilih kelambu untuk menghindarkan Anda dan si buah hati dari gigitan nyamuk.
Bagaimanapun, obat nyamuk adalah bahan kimia yang bersifat racun. Walaupun
dosisnya kecil sehingga dinyatakan aman, tetap saja sifat-sifat dasar bahan
kimia berdampak pada Anda dan si kecil.
Di kebun atau halaman rumah, Anda juga dapat menanam
tanaman yang dipercaya sebagai pengusir nyamuk seperti lavender, zodia dan akar
wangi.
Sebisa mungkin, pilih makanan organik dan bebas dari
penggunaan insektisida. Cuci semua sayuran dan buah.
8. MAINAN NONTOXIC DAN RAMAH LINGKUNGAN
Pilih mainan yang
dapat didaur ulang dan tidak menyebabkan perusakan lingkungan. Misalnya mainan
dari bahan kain, atau mainan kayu yang dicat non-toxic. Di negara maju,
penanganan kasus mainan yang tidak aman sangat baik dan sistematis. Sayangnya hal
ini belum terjadi di negara kita.
Hindari mainan
berbahan PVC untuk anak-anak kita. Zat kimia beracun tinggi yang dikenal sebai
dioksin adalah hasil dari penggunaan PVC. Ini adalah racun untuk alam dan
manusia, dan selalu dihubungkan dengan berbagai problem kesehatan. Saat ini
sudah banyak dijual mainan ramah lingkungan yang berupa produk handmade yang
memakai 100% serat alam dan produk daur ulang alam.
2.4 Pentingnya Menggunakan Produk Ramah Lingkungan
Keuntungan lain
memilih produk ramah lingkungan ialah meningkatnya kualitas kesehatan mengingat
produk ramah lingkungan umumnya menghinari zat kimia sintetis. Produk yang
dibeli sehari-hari, seperti penyegar ruangan, deterjen, sabun, dan shampo
terbuat dari bahan kimia yang dalam jangka panjang bisa berpengaruh pada
kesehatan tubuh, terutama mereka yang alergi atau rentan terhadap zat tertentu.
Ambil contoh, berbagai produk pembersih di rumah kita yang begitu
berlimpah jenisnya mulai dari deterjen, pewangi, pelicin pakaian saart
menyetrika, cairan pembersih perabot, kamar mandi, kaca jendela dan banyak
lagi. Pewangi ruangan yang disemprotkan umumnya mengandung
isobutena, butana, propana. Bahan yang sama menjadi bahan bakar di kompor dan
korek gas. Sejumlah pembasmi nyamuk juga mengandung zat kimia sintetik seperti
organosfat dan karbamat. Shampo yang kita gunakan sehari-hari, air bilasannya
masuk ke saluran air dan bahan di dalamnya sulit terurai. Bahan itu bisa tidak
hilang dalam pengolahan air limbah dan dapat membunuh mikroba bermanfaat
penghuni air. Pembersih tubuh dan kosmetik pun rawan mengandung zat kimia seperti
parfum, pengawet dan pewarna.
Produk-produk
tersebut mengandung berbagai zat kimia yang lama-kelamaan berbahaya bagi
kesehatan dan juga lingkungan. Guna mengurangi dampak buruk tersebut, pilih
produk yang bisa diuraikan kembali senyawa ramah lingkungan, tidak mengandung
klorofluorokarbon, pewangi, pewarna, tidak mengandung deterjen, dan bebas
racun. Kita dapat berusaha selalu memilih produk mengandung bahan alami dan
organik.
Jika mau
berkreasi, kita bisa kembali mencoba berbagai resep tradisional jaman dulu
untuk menciptakan berbagai alami di rumah. Minyak eukaliptus, misalnya, dapat
menjadi desinfektan, cuka putih sebagai pembersih, lerak untuk mencuci pakaian
bayi, atau merang untuk berkeramas. Penambahan cuka putih ke dalam cucian juga
berguna melembutkan kain, menghilangkan bau dna mengurangi pelekatan statis.
Campuran minyak sereh (Cymbopogon sitratus 250 ml, alkohol 50 ml, dan air 250
ml) yang disemprotkan di keset, misalnya dapat menjadi pengusir nyamuk
sekaligus pewangi ruangan ketimbang menggunakan pengusir nyamuk kimia.
Jadilah Konsumen Ramah Lingkungan
· Beli
produk dengan jumlah/volume/ukuran lebih besar. Produk berukuran lebih besar
jelas lebih murah per
satuan beratnya dan perlu pembungkus lebih sedikit.
· Hindari
menggunakan produk sekali pakai kecuali saat darurat. Sebisanya carilah produk
yang bisa dipakai berulangkali.
· Hindari
membeli produk dengan bungkus berlapis-lapis.
· Kalau
memungkinkan, belilah produk yang multiguna (misalnya pembersih serbaguna,
dll). Jika satu produk bisa dipakai untuk beberapa kegunaan, buat apa beli tiga
atau lima produk yang berbeda?
· Belilah
produk yang tahan lama agar tak perlu sering-sering membeli yang baru.
· Berbelanjalah
di sekitar tempat tinggal Anda! Lebih hemat bahan bakar dan hemat waktu
tentunya.
· Bila
memungkinkan, belilah produk hasil daur ulang atau yang dapat
didaur ulang. Periksalah kemasan produk untuk mencari gambar panah
saling kejar, lambang daur ulang. Contohnya
· Deterjen bubuk lebih ramah lingkungan
daripada deterjen cair. Kandungan airnya yang sedikit membuat deterjen
bubuk lebih mudah diangkut ke berbagai tempat. Sebagian kemasan deterjen bubuk
menggunakan kardus yang dapat terurai. Jika membeli yang berkemasan plastik,
pilih yang kemasannya bertanda daur ulang.
· Gunakan
sapu tangan atau lap untuk mengganti tisu. Bahan dasar tisu diambil dari
kayu hutan.
· Belilah
minuman dalam botol, jangan kaleng. Setidaknya 60 persen kaleng soda
terbuat dari aluminium baru (bijih besi bauksit yang ditambang) dan 40 persen
dari aluminium yang daur ulang. Energi yang terpakai dalam proses pembuatannya
setara dengan jumlah energi untuk menyalakan lampu pijar 50 watt selama 42 jam.
· Hindari
produk berkemasan plastik. Plastik polietilena tereftalat (PET) #1 dibuat
dari minyak tanah dan gas alam. Energi yang dipakai dalam proses pembuatan
setara dengan energi untuk menyalakan lampu pijar 50 watt selama 16 jam.
Plastik juga sangat sulit terurai dan hanya bisa didaur ulang beberapa kali
saja.
· Kurangi
konsumsi produk berbentuk semprotan aerosol (misalnya pembasmi serangga,
deodoran, cat semprot, dll). Sebagian masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC)
yang selain merusak ozon juga termasuk gas rumah kaca.
2.5 Produk Ramah Lingkungan Meningkatkan Daya Saing
Jakarta, 4 Maret 2010. Bagaimana kita dapat
memiliki produk yang ramah lingkungan atau Eco-Product yang mampu mendorong
daya saing produk didalam konteks era pamanasan global (global warming), itulah
pesan yang terungkap di dalam ajang pameran “Eco-Product
International Fair 2010″ yang berlangsung di Jakarta
Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
Sebagai pengggiat
dan sering menulis di bidang otomotif, rasa penasaran pun timbul untuk melihat
secara dekat bagaimana para industriawan dan pengusaha, yang juga sekaligus
sebagai produsen dapat menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan. Pada
awalnya yang ingin dicari oleh penulis blog ini adalah industri dan pabrikan
otomotif sepeda motor dan mobil.
Paling tidak
sejauh apa sih usaha, maupun upaya perusahaan otomotif yang kini kebanyakan
sudah memiliki divisi CSR (Corporate Social Responsibility). Apakah mereka
memang sedang gencar dalam upaya dan gerakan ramah lingkungan, atau hanya
sekedar memiliki unit CSR hanya untuk pajangan belaka?
Dari jumlah nama
peserta, ada 135 peserta yang ikut pameran Eco-Product International Fair 2010
yang memang didominasi oleh para prinsipal (pemegang merek) asal Jepang, dan
hanya satu pabrikan otomotif yang ikut hadir, yaitu PT Toyota Astra Motor (TAM)
yang dikenal sebagai produsen mobil merek Toyota. Terus bagaimana keberadaan
pabrikan otomotif lainnya?
Tak ada pabrikan otomotif lainnya yang ikut hadir,
kecuali pabrikan kebutuhan rumah tangga seperti Sanyo, Mitsubishi, Toshiba,
Sharp, Panasonic, Astra Graphia, Itochu, Marubeni, Kajima, dan lainnya yang
didominasi oleh merek Jepang. Sayang sekali, jika Honda, Yamaha, Suzuki,
Kawasaki, Hino, dan sejumlah nama lainnya sebagai pemilik brand
otomotif terbesar di Indonesia tidak nampak di ajang pameran Eco-Product
tersebut.
Adalah hal yang sangat prihatin ketika kita ingin mengkritik soal
ramah lingkungan khususnya di bidang industri otomotif, karena kehidupan
masyarakat yang paling dekat adalah berhubungan dengan persoalan “polusi asap”
dari kendaraan bermotor. Coba saja sejenak lihat ke jalan umum, ada banyak kendaraan
bermotor, antara lain jenis metromini, kopaja, bus diesel, truk diesel, motor 2
tak, bajaj yang kesemuanya menghasilkan sap tebal, pedih di mata, dan rasa mual
ketika kita menghirup asap polusi tersebut.
Karena tak ada
industri di bidang otomotif, maka rasanya kehadiran penulis blog ini SL.com di
ajang pameran tersebut cukup membosankan. Namun demikian, setidaknya ada
baiknya juga jika pada akhirnya SL.com bisa melihat dari dekat bagaimana upaya
para produsen, yang memang kebanyakan dari sisi kebutuhan rumah tangga yang
sedang berusaha keras mendorong penggunaan teknologi, produk dan jasa yang
berwawasan lingkungan. Paling tidak produk mereka harus bisa bersaing ditingkat
pasar dunia.
Pameran ini
berlangsung atas kerjasama Kamar Dagang Indonesia (KADIN Indonesia) dengan
pihak Asian
Productivity Organization (APO) dan juga Kementerian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi RI. Pameran Eco-Product ini berlangsung mulai dari Kamis
4 Maret 2010 sampai hari Minggu 7 Maret 2010 yang isinya adalah pameran
produk ramah liingkungan, talk-show, presentasi, jumpa pers, workshop,
seminar, dan lain sebagainya.
Menurut kutipan
press release panitia acara, bahwa penyelenggaraan pameran bertaraf
internasional Eco-Product ini sejalan dengan langkah-langkah masyarakat di
dunia, termasuk Indonesia, untuk memerangi pemanasan global dengan cara
menggunakan produk-produk yang bersahabat dengan lingkungan.
Indonesia adalah
negara ke-124 dari lebih 140 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto dan
merupakan salah satu negara pendukung Copenhagen Accord yang merupakan hasil
dari KTT ke-15 Perubahan Iklim dari United Nation for Climate Change Conference (UNFCCC) di
Kopenhagen, Denmark, bulan Desember 2009. Indonesia telah mentargetkan
penurunan emisi gas rumah kaca 26 persen pada 2020 dengan berbagai program
mitigasi.
Pameran
Eco-Products International Fair (EPIF) 2010 ini dibuka oleh Menteri Koordinator
Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Radjasa, didampingi Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Menteri
Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dan para pejabat pemerintahan
serta berbagai pihak yang berkepentingan di dalam industri yang berwawasan
lingkungan.
Selain pameran, EPIF 2010 juga menyelenggarakan
konferensi bertemakan lingkungan hidup dengan menampilkan pembicara yang
kredibel di bidangnya, serta memberikan penghargaan kepada ‘green business‘
yang dalam menjalankan bisnisnya bertanggung jawab terhadap kelestarian
lingkungan hidup.
“Pameran EPIF
2010 adalah sebuah pameran konsep yang mengedepankan pemakaian teknologi,
produk dan jasa yang berwawasan lingkungan mulai dari proses pengerjaannya
sampai menjadi sebuah produk,” kata Rachmat Gobel, Chairman of the
Steering Committee of the Eco Products International Fair (EPIF) 2010.
Ia menambahkan
bahwa bagi Indonesia, EPIF adalah sebuah kesempatan emas untuk memperkuat daya
saing industri di dalam negeri agar dapat bertahan dalam percaturan ekonomi
global dan memperluas penetrasi pasar global melalui ‘green product‘.
Menurutnya, EPIF
juga merupakan sarana mendorong para pelaku usaha domestik mulai dari industri
besar, usaha menengah dan kecil agar menerapkan teknologi ramah lingkungan di
dalam proses pembuatan produk-produknya, sehingga bisa bersaing di pasar
global. Selain itu EPIF merupakan ajang penyebarluasan dan pertukaran informasi
ekonomi dan lingkungan hidup yang teraktual di Asia dan seluruh dunia.
Melalui EPIF yang
dimotori oleh APO dan para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Green
Productivity Advisory Committee (GP AC), Indonesia dapat
meningkatkan produktivitasnya melalui ‘Green Productivity‘ agar dapat masuk ke kancah
persaingan global sehingga dapat exist dan berkembang dan dapat membangun serta
memperluas aliansi bisnis dengan para pengusaha internasional.
Pameran berlokasi
di Plenary Hall and Assembly Hall lCC dengan total luas area lebih dari 5000
meter persegi ini di ikuti oleh berbagai jenis usaha dan institusi di bidang
perbankan, riset dan development, otomotif, elektronika, pertambangan &
energi, kehutanan, perkebunan, kimia, tekstil, mebel, aneka kerajinan sampai
spa dan obat-obatan tradisional.
EPIF 2010 ini juga menampilkan produk-produk yang
berbasis dengan tradisi dan budaya Indonesia, berwawasan lingkungan dari mulai
batik, jamu, furniture, keramik, dan aneka kerajinan tangan lainnya hingga pada
makanan yang terangkum dalam Pavilliun ‘Indonesia Eco-culture’.
Kehadiran
paviliun tersebut bertujuan mempromosikan produk-produk terbaik eco-culture negeri
ini dengan harapan integrasi antara kebudayaan dan wawasan ramah lingkungan
bisa menghasilkan nilai tambah kompetitif yang unik. Kekuatan ini tak akan
mudah disaingi oleh kompetitor, serta bisa menjadi benchmark untuk masa
mendatang.
Contohnya adalah batik dan jamu, yang merupakan bagian dari tradisi
yang sudah kesohor ke seluruh di dunia dan diwariskan secara turun temurun
serta hampir se1uruh bahannya terdapat di dalam negeri. Jika segenap
komponen anak bangsa bisa mengembangkan keanekaragaman dan menghasilkan
produk-produk berkualitas yang kompetitif, Indonesia bisa menjadi produsen
terkemuka produk-produk eco-culture di dunia.
Tentang EPIF
Eco-Products International Fair (EPIF) adalah Pameran
dan Konferensi Lingkungan Hidup terbesar di Asia yang telah digelar sejak 2004.
Pertama kali digelar di Malaysia (2004) selanjutnya Thailand (2005), Singapore
(2006), Vietnam (2008), Filipina (2009). Sedangkan negara Indonesia kini
menjadi tuan rumah yang ke-enam, dan negara India akan menjadi tuan rumah EPIF
2011.
EPIF dimotori
oleh Asian
Productivity Organization (APO) dan Para Pengusaha Jepang yang
tergabung dalam Green Productivity Advisory Committee (GPAC) dengan
tujuan memperkenalkan produk ramah lingkungan; memperkenalkan teknologi dan
jasa serta infrastruktur sosial yang mendukung program mitigasi perubahan iklim
di dalam rangka mengurangi efek rumah kaca.
2.6 Membangun Perusahaan Ramah Lingkungan
Ekonomi Ramah Lingkungan
Sejak tahun 2000
pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi isu penting di
setiap kegiatan ekonomi. Pemanfaatan sumber daya alam melalui aktivitas ekonomi
diharapkan tidak merusak lingkungan dan dapat mensejahterakan masyarakat. Copenhagen
consensuses merupakan komitmen nyata masyarakat dunia untuk mengurangi
pencemaran lingkungan pada setiap kegiatan ekonomi. Masyarakat dunia menuntut
pelaku ekonomi khususnya perusahaan-perusahaan besar supaya ikut serta dalam
program pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Seiring
meningkatnya kesadaran masyarakat sebagai konsumen, pemerintah dan investor
akan pentingnya pelestarian lingkuang, sekarang ini kinerja perusahaan tidak
hanya dilihat dari besarnya laba yang dihasilkan. Prosperity, planet
and profit yang lebih dikenal dengan three bottom line menjadi
ukuran kinerja perusahaan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan dan
menghasilkan laba. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat akan meningkatan
permintaan (demand), kelestarian lingkungan akan menjaga kesinambungan
sumber daya alam yang pada akhirnya keduanya akan meningkatkan laba perusahaan
secara berkelanjutan (corporate sustainability).
Pasar Ramah Lingkungan
Kesadaran
masyarakat terhadap pelestarian lingkungan menciptakan pasar baru bagi
perusahaan yaitu green consumer. Konsumen ramah lingkungan berasal
dari masyarakat yang sadar akan pelestarian lingkungan, rela membayar lebih
tinggi dari produk biasa untuk setiap produk ramah lingkungan. Produk ramah
lingkungan mencakup barang ramah lingkungan, barang yang dihasilkan dari proses
produksi yang ramah lingkungan dan barang yang dihasilkan dari bahan baku ramah
lingkungan. Segmen konsumen ramah lingkungan setiap tahun terus mengalami
peningkatan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Peningkatan permintaan
produk ramah lingkungan di Eropa dapat dilihat dari peningkatan belanja
konsumen untuk produk ramah lingkungan di Inggris.
Belanja konsumen untuk produk ramah lingkungan di
Inggris dari tahun 2004 sampai tahun 2009 terus mengalami peningkatan. Belanja
konsumen per kapita untuk produk ramah lingkungan pada tahun 2008 mencapai 251
punsterling atau sekitar Rp 2.510.000. Selain di Inggris, konsumen produk ramah
lingkungan di Eropa yang terus mengalami peningkatan diantaranya di Jerman,
Prancis, Swiss, Spanyol, Italia, Belanda, Denmark dan Belgia.
Sejalan dengan perkembangan di Eropa, konsumen produk
ramah lingkungan di Amerika Serikat juga terus mengalami pertumbuhan.
Pertumbuhan permintaan produk ramah lingkungan di Amerika Serikat dapat dilihat
dari penjualan produk ramah lingkungan yang dari tahun 2004 samapi tahun 2009
yang terus meningkat.
Penjualan produk
ramah lingkungan di Amerika Serikat pada tahun 2004 sebesar 511 juta dolar,
pada tahun 2009 meningkat menjadi 722 juta dolar. Diperkirakan penjualan produk
ramah lingkungan di Amerika Serikan pada tahun 2014 akan mencapai 922 juta
dolar.
Di Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap
pelestarian lingkungan belum menciptakan pasar produk ramah lingkungan yang
cukup besar. Ceruk pasar produk ramah lingkungan masih terbatas pada produk
ramah lingkungan, seperti buah organik, sayur organik, padi organik. Pasar
produk ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses yang ramah lingkungan dan
bahan baku ramah lingkungan masih dalam tahap edukasi pasar.
Walaupun di dalam negeri pasar produk raham lingkungan belum
berkembang pesat, pertumbuhan konsumen ramah lingkungan di Eropa dan Amerika
Serikat menciptakan peluang bagi perusahaan Indonesia khususnya yang pangsa
pasar utamanya negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Pasar ramah
lingkungan merupakan pasar menjanjikan dimana pasar tersebut memiliki potensi
bisnis sebagai berikut:
·
Konsumen ramah
lingkungan mampu dan mau memberi produk ramah lingkungan lebih tinggi dari
produk biasa. Produsen dapat menjulan produk ramah lingkungan dengan marjin
yang tinggi.
·
Tingkat kompetisi pada
pasar ramah lingkungan masih belum tinggi. Investasi untuk menciptakan atau
mengembangkan produk ramah lingkungan menjanjikan
·
Proses dan prosedur
penjualan produk ramah lingkungan cenderung mudah, tidak terganjal oleh
undang-undang pemerintah.
·
Banyak investor luar
negeri yang tertarik terhadap perusahaan yang pangsa pasarnya konsumen ramah
lingkungan.
Nilai Perusahaan Ramah Lingkungan
Di Eropa dan Amerika Serikat corporate
branding menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika membeli
produk dan investor ketika akan berinvestasi. Profil perusahaan ramah
lingkungan dapat menjadi corporate branding yang meningkatkan
nilai dari perusahaan tersebut. Perusahaan ramah lingkungan merupakan
perusahaan yang menjaga kelestarian lingkungan. Perusahaan ramah lingkungan
dapat berupa perusahaan yang menghasilkan produk ramah lingkungan, menggunakan
bahan baku ramah lingkungan dan menerapkan produksi ramah lingkungan atau
gabungan dari ketiganya. Perusahaan ramah lingkungan mempunyai nilai ekonomi
yang lebih tinggi karena pasar ramah lingkungan adalah pasar masa depan
sehingga perusahaan ramah lingkungan akan sustain di masa depan.
Strategi Menuju Perusahaan Ramah Lingkungan
Menjadi perusahaan raham lingkungan tidaklah mudah,
dibutuhkan dana investasi untuk penelitian, pengembangan proyek, corporate social responsibility yang
cukup besar, namun yang terpenting adalah komitmen kuat dari jajaran direksi,
eksekutif dan manajemen perusahaan. Komitmen kuat seluruh jajaran perusahaan
menjadi dasar untuk membangun perusahaan ramah lingkungan. Untuk membangun
perusahaan raham lingkungan diperlukan strategi yang terbagi dalam 3 tahapan.
·
Tahap
pertama Menciptakan dan Membangun Budaya Ramah Lingkungan di Perusahaan.
Komitmen bersama
untuk membangun perusahaan raham lingkungan dituangkan kedalam visi dan misi
perusahaan. Mensosialisasikan budaya ramah lingkungan di dalam perusahaan
dengan mengadakan program training dan pelatihan. Mensosialisasikan komitmen
perusahaan kepada masyarakat dengan melakukan corporate branding, mengadakan program CSR dan menjalin kerjasama
dengan peneliti, akademisi dan pemerintah. Hal ini berguna untuk mendapatkan
wawasan mendalam atas tuntutan masyarakat dan sebagai networking guna mendapatkan
sumber daya dari luar perusahaan.
Membentuk divisi
khusus untuk menampung ide ramah lingkungan yang mendukung efisiensi dan
efektivitas perusahaan atau menciptakan ide bisnis ramah lingkungan. Memperkuat
divisi manajemen risiko untuk mengontorl risiko setiap program yang berkaitan
dengan program pengembangan ramah lingkungan.
·
Tahap kedua Mengembangkan
Program Ramah Lingkungan yang Mendukung dan Memperkuat Daya Saing Perusahaan.
Program yang dikembangkan merupakan program ramah
lingkungan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara berkesinambungan,
pertumbuhan pasar, brand positioning dancorporate branding.
Program yang dikembangkan dapat berupa pengembangan produk ramah lingkungan,
proses produksi ramah lingkungan dan bahan baku ramah lingkungan yang dapat
meningkatkan pelayanan perusahaan. Program ramah lingkungan dapat dilakukan
dengan menjalin aliansi dengan perusahaan lain. Sebaiknya pengembangan program
ramah lingkungan dimulai dari hal-hal kecil seperti penggunaan kertas daur
ulang.
·
Tahap ketiga Melakukan
Penilaian dan Evaluasi
Setiap program dievaluasi dan dinilai untuk mengetahui
progress, kendala dan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Penilaian dan
evaluasi dilakukan untuk menghindari pembengkakan biaya program karena progress
yang tertunda, mencari solusi atas kendala dan mengukur return atas dana yang
dikeluarkan.
2.7 Upaya untuk
Menghasilkan Produk yang Ramah Lingkungan
Clarion memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan
produk-produk yang memiliki dampak minimal kepada lingkungan dengan mengenalkan
sistem LCA (Life Cycle Assesment atau Penilaian Siklus Produksi), yaitu sebuah
sistem yang menilai dampak lingkungan dari suatu produk tidak hanya ketika
produk itu sedang diproduksi namun juga pada semua siklus produksinya, mulai
dari proses pembelian komponen-komponen dan bahan-bahannya, pendistribusian
fisiknya, penggunaanya oleh konsumen dan akhirnya sampai pada pembuangannya.
Kami juga
mendorong upaya dalam tahap perancangannya dengan tidak menggunakan unsur-unsur
yang berbahaya agar dapat memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang
ketat serta ketentuan persyaratan dari para produsen kendaraan mobil. Selain
itu, kami mendorong pula dilakukannya proses pembelian hijau atau pembelian
bahan-bahan yang ramah lingkungan dan kami telah membentuk sebuah sistem
analisa unsur kimia.
Dengan kedua alat bantu ini, kami berupaya keras untuk mengelola
dan membatasi unsur-unsur yang dapat berdampak buruk kepada lingkungan dan kami
melakukannya mulai dari tingkatan awal dalam pemilihan bahan-bahan dan
komponen-komponen produk kami.
Untuk mengembangkan dan menawarkan produk-produk yang ramah
lingkungan ini, Clarion melakukan analisis dampak lingkungan yang terdiri dari
tujuh bagian di bawah ini: berat yang lebih ringan, masa usia pakai yang lebih
panjang, kemampuan untuk dapat didaur ulang, kemudahan penguraiannya di alam,
keselamatan, konsumsi energi yang lebih rendah, dan pengurangan unsur-unsur
berbahaya. Produk-produk yang telah mematuhi panduan internal ini
kemudian diberi label Clarion Eco-Mark, yang menunjukkan bahwa produk-produk
tersebut adalah ramah lingkungan, dan ditampilkan dalam katalog produk-produk
kami yang dikeluarkan di tahun 2006.
Kendali Kandungan Kimia
dalam Produk
Mematuhi Petunjuk dari EU
Clarion
mematuhi semua peraturan perundang-undangan dari EU (Uni Eropa) seperti
petunjuk yang membatasi penggunakan unsur berbahaya tertentu (RoHS *1). Kami
telah berupaya untuk tidak menggunakan kembali enam buah unsur yang sudah
dilarang *2 di dalam perusahaan dan juga bekerja sama dengan para pemasok
kami.
Kami melakukan berbagai tindakan nyata agar komponen-komponen seperti naut dan lembaran logam agar bebas dari kromium bermolekul enam (hexavalent chromium) dan mencegah agar komponen kabel dan komponen elektronik bebas dari timbal. Sebagai hasilnya, semua komponen dari model produk 2006 yang dipasarkan di Eropa telah diuji dan terbukti tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang, dan produk-produk kami yang kami juall kini telah sesuai dengan ketentuan RoHS. Selain itu pula kami telah melakukan perubahan dengan menggunakan patri yang bebas timbal, dan tampilan produk ini memiliki label yang sesuai. |
*1 Petunjuk Pembatasan Penggunaan Unsur-Unsur
Berbahaya (Restriction of Hazardous Substances (RoHS)).
Petunjuk arahan ini membatasi penggunaan unsur-unsur
berbahaya tertentu yang ada di dalam berbagai perangkat elektronik. Semenjak
bulan Juli 2006, pemerintahan Uni Eropa telah melarang penjualan produk-produk
yang mengandung enam buah unsur yang terlarang di seluruh wilayah Uni Eropa.
*2 Enam Buah Unsur yang Dilarang
Unsur-unsur ini adalah timbal, merkuri, kadmium,
kromium bermolekul enam, bifenil polibrominat (PBB) dan dipenil eter
poliabrominat (PBDE)
Membangun Sistem Kendali Unsur Kimia
Tindakan untuk mengendalikan kandungan kimia dalam
berbagai produk tidak hanya terbatas pada upaya pembelian hijau atau pembelian
bahan-bahan yang ramah lingkungan. Selain bergantung kepada informasi yang
diberukan pemasok, Clarion juga melakukan analisa unsur-unsur yang berbahaya
bagi lingkungan secara internal dengan bantuan peralatan seperti alat
penganalisa spektrografik Sinar-X yang berpijar. Kami juga membangun kembali
sistem informasi unsur kimia yang kami punyai dengan melakukan pengaturan
sistem analisa/inspeksi.
Kepatuhan kepada VOC
Sebagai jawaban atas persyaratan yang diminta para
produksen kendaraan mobil, Clarion mengambil tindakan untuk mengurangi Senyawa
Organis yang Mudah Menguap (Volatile Organic Compounds-VOC). VOCs, yang
menyebabkan "sindrom mual pada kendaraan mobil” dapat memberikan dampak
pada pengendara dan penumpang di dalam ruang kendaraan”. Sebagai
konsekwensinya, kami berupaya untuk membuat produk-produk yang tidak
menimbulkan dampak VOC di dalam ruang kendaraan mobil.
Gerakan Pembelian
Hijau
Clarion bekerja sama dengan para pemasok, melakukan
pengembangan dan menawarkan produk-produk yang mematuhi berbagai peraturan
perundang-undangan dan standar industri. Kesemuanya ini dinyatakan dalam
“Panduan Pembelian Hijau” dan “Daftar Unsur Beracun”.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil
analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai analisa pengaruh Green
product, Green adversting, dan keterlibatan konsumen terhadap keputusan
pembelian perusahaan Laksmie florist, maka dapat didapatkan beberapa kesimpulan
akan masalah tersebut sebagai berikut:
· Variable
Green product menunjukkan akan pengaruh yang signifikan terhadap variable
keterlibatan konsumen secara stimultan dan Green adversting berpengaruh
terbalik dengan keterlibatan konsumen. Secara parsial variable Green product
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatab konsumen. Dan
diketahui pula factor penentunya adalah bahan dasar yang digunakan oleh
perusahaan Laksmi florist untuk membuat produk tersebut merupakan salah satu
keunggulan tertentu sehingga responden mau membeli produk di perusahaan Laksmie
florist. Hal ini didukung oleh teori hubungan Green product.
Sedangkan Green
adversting menunjukkan adanya pengaruh yang berbanding terbalik terhadap
variable keterlibatan konsumen. Factor yang mendasari bahwa adanya pengaruh
yang berbanding terbalik ialah variable Green adversting diketahui yaitu iklan
perusahaan Laksime florist belum efektif dan kurang berisikan lingkunga seperti
pesan didalamnya. Belum berkampanyekan kepedulian lingkungan, spanduk dan
gambar yang belum efektif dalam merincikan ramah lingkungan dan iklan Laksime
florist belum bias memuat logo dan sertifikat mengenai kepedulian lingkungan.
Sehingga belum
bias berpengaruh berbanding sama dengan variable keterlibatan konsumen. Selain
itu, berdasarkan table Tingkat Reabilitas diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
hubungan antara variable Green product dengan variable Green adversting
diketahui cukup kuat. Kemudian apada variable Green product dan Green
adversting terhadap keterlibatan konsumen memiliki pengaruh konstribusi yang
signifikan. Sesuai dengan teori yang berbunyi “ dengan adanya Green adversting
yang mengemas sebuah iklan dalam bentuk yang lebih peduli terhadap lingkungan
akan membawa dampak pada suatu produk yang ramah lingkungan. Dengan begitu
masyarakat dan konsumen tidak perlu khawatir terhadap iklan yang mengganggu
lingkungan.
· Dalam
bentuk yang lebih peduli terhadap lingkungan akan membawa dampak pada suatu
produk yang ramah lingkungan. Dengan begitu masyarakat dan konsumen tidak perlu
khawatir terhadap iklan yang mengganggu lingkungan sekitar. Oleh karena itu
diperlukan keterlibatan konsumen sehingga akan menambah pengetahuan konsumen
serta akan menumbuhkan keputusan pembelian konsumen yang meyakinkan calon
pembeli.
3.2 Saran
Semoga makalah ini bisa dibaca oleh semua. Dan mohon
masukan untuk pembatannya makalah ini. Kurang lebihnya mohon dimaklumi karena
kami mash dalam tahap belajar.
Baca Juga : Cara Mudah Membuat Titik-Titik Daftar Isi Otomatis Agar Rapi di Word dengan Mudah dan Cepat
Nah itulah contoh makalah tentang produk ramah lingkungan, semoga bermanfaat. Soft file dalam bentuk doc atau word bisa sobat unduh pada ink di bawah.

0 Response to "Contoh Makalah Tentang Produk Ramah Lingkungan Download Doc"
Post a Comment