Makalah Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Download Doc
Makalah Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Download Doc - Mata pelajaran kimia pastinya tidak asing dengan istilah larutan. Seperti yang akan saya share kali ini, tentang makalah larutan elektrolit dan non elektrolit.
Larutan terdiri dari larutan lemah dan kuat. Bagaimanakah sifat daya listrik dalam larutan. Serta apa saja senyawa-senyawa yang terdeapat dalam larutan?
Semua di bahas dalam makalah ini. Soft file dalam bentuk atau format doc/word bisa kamu download pada link di akhir artikel ini.
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa arus listrik mengalir melalui larutan elektrolit(CuCl2) yang ditandai dengan bergeraknya jarum amperemeter. Hal ini dikarenakan larutan tersebut terion menjadi ion Ca2+ yang bergerak menuju katoda dan ion Cl- yang bergerak menuju anoda.
Pada mulanya hantaran listrik larutan ditentukan dengan mengukur kuat arus yang melalui larutan. Kemudian diketahui bahwa cara ini mengandung kesalahan, karena arus listrik dalam larutan menimbulkan polariasi, yaitu penumpukan ion pada elektroda. Ini dapat diatasi dengan arus bolak balik dan mengukur tahanan larutan.
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
1. Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut larutan elektrolit, sedangkan larutna yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan non elektrolit.
2. Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah.
3. Jika diuji dengan elektrolit, maka pada larutan elektrolit kuat akan terlihat gejala yaitu lampu menyala terang dan banyak gelembung gas. Sedangkan larutan elektrolit lemah akan memperlihatkan gejala lampu yang redup dan terdapat gelembung gas atau hanya terdapat gelempbung gas tanpa nyala lampu. Larutan non elektrolit mempunyai gelembung gas dan tidak membuat lampu menyala.
4. Kekuatan elektrolit dapat diukur dengan menggunakan derajat ionisasi (α). Jika
5. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion-ion yang bergerak bebas.
6. Zat elektrolit kuat dalam air menggion secara sempurna, sedangkan zat elektrolit lemah hanya mengion sebagian.
7. Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar yang mengalami pengionan.
B. Saran
http://idrissetiawanalwysclever-skiripsi.blogspot.co.id/2012/07/makalah-kimia-larutan-elektrolit-dan.html
http://izhaashari.blogspot.co.id/2014/06/makalah-kimia-larutan-elektrolit-dan.html
https://zonaliakimiapasca.wordpress.com/kimia-kelas-x/semester-2/1-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit/49-2/
S, Syukri. Kimia Dasar 2. 1999. Bandung: ITB
Sunarya, Yayan. Kimia Dasar 2. 2012. Bandung: CV. Y Rama Widya
Larutan terdiri dari larutan lemah dan kuat. Bagaimanakah sifat daya listrik dalam larutan. Serta apa saja senyawa-senyawa yang terdeapat dalam larutan?
Semua di bahas dalam makalah ini. Soft file dalam bentuk atau format doc/word bisa kamu download pada link di akhir artikel ini.
BAB I
PENDAHULUAN
Larutan adalah campuran
homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut adalah zat yang
terdispersi ( tersebar secara merata ) dalam zat pelarut. Zat terlarut mempunyai jumlah yang lebih sedikit
dalam campuran. Ini biasa di sebut dengan solute. Sedangkan zat pelarut adalah
zat yang mendispersi atau ( fase pendispersi ) komponen – komponen zat
terlarut. Zat pelarut mempunyai jumlah yang lebih banyak dalam campuran. Zat
pelarut di sebut solvent. Pelarut tidak harus cairan, tetapi dapat berupa
padatan atau gas asal dapat melarutkan zat lain. Sistem semacam ini
disebutsistem dispersi. Untuk sistem dispersi, zat yang berfungsi seperti
pelarut disebutmedium pendispersi, sementara zat yang berperan seperti zat
terlarut disebut denganzat terdispersi (dispersoid).
Jika memungkinkan semua
reaksi kimia sebaiknya dilakukan dalam larutan cair sebab reaksi kimia dalam
keadaan padat atau gas memerlukan energi dan teknologi yang relatif mahal
karena terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. Adapun reaksi kimia dalam larutan
relative murah karena dapat terjadi pada suhu dan tekanan relatif rendah,
sehingga tidak memerlukan perangkat alat yang berteknologi tinggi.
Zat-zat yang dilarutkan
dapat memiliki sifat-sifat yang sama atau berbeda dengan sifat-sifat zat
sebelum dicampurkan. Contoh, NaCl adalah zat padat ionic yang jika dilarutkan
dalam pelarut air, sifat kovalennya hilang yang kemudian berubah menjadi ionik.
Beberapa sifat yang terkait
dengan pencampuran zat untuk membentuk larutan diantaranya adalah larutan
elektrolit dan non elektrolit, sifat koligatif larutan yang bergantung pada
molaritas zat bukan pada jenisnya, dan sifat yang lebih penting adalah kesamaan
atau kebebasan suatu larutan.
Ada beberapa alasan praktis
untuk membuat larutan. Pertama, banyak reaksi-reaksi kimia berlangsung dalam
larutan. Reaksi-reaksi biokimia dalam organisme hidup semuanya berlangsung
dalam bentuk larutan. Reaksi-rekasi organic dan anorganik semuanya berlangsung
dalam larutan. Kedua, reaksi kimia dalam larutan tidak memerlukan reaktor yang
tahan terhahadap suhu dan tekanan tinggi sebab reaksi dalam larutan berlangsung
pada suhu relatif rendah dan tekanan atmosfer.
Larutan merupakan fase yang
setiap hari ada disekitar kita. Suatu sistem homogen
yang mengandung dua atau lebih zat yang
masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut
larutan, sedangkan suatu sistem yang
heterogen disebut campuran. Biasanya istilah larutan dianggap
sebagai cairan yang mengandung zat terlarut, misalnya padatan
atau gas dengan kata lain larutan tidak
hanya terbatas pada cairan saja.
Komponen dari larutan
terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut, yang dapat
dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut merupakan
komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak,
sedangkan komponen minornya merupakan zat
terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran
dua atau lebih zat murni yang molekulnya
berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Semua
gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran
gas adalah larutan.
Jenis-jenis larutan
1.
Gas dalam gas – seluruh
campuran gas
2.
Gas dalam cairan – oksigen
dalam air
3.
Cairan dalam cairan –
alkohol dalam air
4.
Padatan dalam cairan – gula
dalam air
5.
Gas dalam padatan – hidrogen
dalam paladium
6.
Cairan dalam padatan – Hg
dalam perak
7.
Padatan dalam padatan –
alloys
Pada larutan ataupun sistem
dispersi, zat terlarut dapat berupa padatan, cairan atau gas. Bahkan bila zat
terlarut adalah cairan, tidak ada kesulitan dalam membedakan peran pelarut dan
zat terlarut bila kuantitas zat terlarut lebih kecil dari pelarut. Namun, bila
kuantitas zat terlarut dan pelarut, sukar untuk memutuskan manakah pelarut mana
zat terlarut. Dalam kasus yang terakhir ini, Anda dapat sebut komponen 1,
komponen 2, dst.
Tabel 1.1
Zat terlarut
|
Pelarut
|
Contoh
|
Gas
Gas Gas Cair Cair Padat Padat |
Gas
Cair Padat Cair Padat Padat Cair |
Udara, semua campuran gas
Karbon dioksida dalam air Hidrogen dalam platina Alkohol dalam air Raksa dalam tembaga Perak dalam platina Garam dalam air |
Suatu zat dikatakan larutan
jika campuran antara zat terlarut dan pelarutnya bersifat homogen. Artinya
tidak terdapat batas antar komponennya, sehingga tidak dapat dibedakan lagi
antara zat pelarut (air) dan terlarutnya. Beda halnya dengan air kopi, masih
terdapat perbedaan antara keduanya, walaupun secara kasat mata, airnya sudah
berubah warna menjadi hitam. Hal ini juga berlaku untuk campuran antara pasir
dan air. Anda bisa menambahkan sendiri contoh-contonya. Untuk air kopi kita
menyebutnya sebagai larutan heterogen/campuran .
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Larutan Elektrolit dan
Larutan Non-Elektrolit
Dalam pelarut air, zat padat
dapat berada dalam keadaan ion-ion maupun molekul-molekulnya. Jika NaCl terlarut
dalam air, masing-masing ion Na+ dan ion Cl-terhidrasi
oleh molekul-molekul air dan bergerak secara bebas keseluruh medium
larutan. Jika glukosa atau etanol larut dalam air, zat-zat tersebut tidak
terdapat dalam bentuk ion, melainkan sebagai molekul. Zat-zat yang didalam air
membentuk ion-ion dinakan zat elektrolit, dan larutannya dinamakan larutan
elektrolit, sebaliknya, zat-zat yang didalam pelarut air berupa molekul disebut
zat nonelektrolit dan larutan yang terbentuk dinamakan larutan nonelektrolit.
Alat untuk menguji apakah larutan itu bersifat
elektrolit atau tidak disebut elektrolit tester.
Masukan dua batang logam,
(misalkan tembaga) kedalam larutan. Keduanya tidak bersentuhan dan
masing-masing dihubungkan dengan katub arus listrik searah.
Secara eksperimen
berdasarkan daya hantar listriknya, Larutan dapat dibedakan menjadi Larutan
elektrolit dan larutan nonelektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan
yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
1. Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit
adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala
berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelmbung gas dalam larutan
.Larutan yang menunjukan gejala – gejala tersebut pada pengujian tergolong ke
dalam larutan elektrolit.
Setelah semua alat(kabel,
larutan elektrolit,elektroda, lampu holder dan bola lampu) disusun, dan
kemudian dihubungkan ke sumber listrik, terlihat lampu menyala. Ini membuktikan
bahwa pada gambar listrik mengalir melalui larutan elektrolit. Beberapa macam
larutan elektrolit yaitu berupa asam, basa kuat dan garam.
Dalam keadaan murni, asam
merupakan senyawa kovalen tetapi jika dilarutkan didalam air akan terurai
menjadi ion-ion.
HCl(aq) + H2O(l) →
H3O+(aq) + Cl-(aq)
Umumnya, basa merupakan
senyawa ionic, kecuali NH3 adalah basa yang dalam keadaan murni
berupa senyawa kovalen dan didalam air terurai menjadi ion-ionnya.
NH3(g) + H2O(l) →
NH4+(aq) + OH-(aq)
Semua garam merupakan
merupakan senyawa ionic. Jika garam dilarutkan didalam air, ion-ion garam akan
melepaskan diri dari kisi-kisi Kristal yang selanjutnya terhidrasi di dalam
pelarut air.
Berdasarkan daya hantar
listriknya, larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat
dan larutan elektrolit lemah. Elektrolit kuat dengan daya hantar yang besar.
Contohnya larutan asam kuat, basa kuat dan garam. Dan elektrolit
lemah, yaitu larutan dengan daya hantar yang lemah.
Tabel contoh larutan
elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non-elektrolit.
Elektolit Kuat
|
Elektrolit
lemah
|
HCl
|
CH2COOH
|
H2SO4
|
HF
|
HNO3
|
HNO2
|
HClO4
|
NH3
|
a. Larutan Elektrolit Kuat
Pada larutan elektrolit
kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena
banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat.
pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu
arah ke kanan, dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1).
Yang tergolong elektrolit
kuat adalah :
1) Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3,
HClO4, H2SO4, HNO3 dan
lain-lain.
2) Basa kuat, yaitu
basa-basa golongan alkali dan alkali tanah,
antara lain : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan
lain-lain.
3) Garam-garam yang mempunyai
kelarutan tinggi, antara lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan
lain-lain.
Ciri – ciri larutan
elektrolit kuat :
1. Nyala lampu terang
2. Menghasilkan banyak ion
3. Molekul netral pada larutan hanya
sedikit/tidak ada sama sekali
4. Penghantar listrik yang baik
5. Gelembung gas banyak
6. α = 1 atau terionisasi dengan sempurna
Contoh
: NaCl → Na+ + Cl-
b. larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah
adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi
masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua
terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya
ada sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan
reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik),
dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0
< α < 1).
Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
1) Asam lemah, antara
lain: CH3COOH, HCN, H2CO3,
H2S
2) Basa lemah, antara lain: NH4OH,
Ni(OH)2 dan lain-lain.
3) Garam-garam yang sukar larut, antara lain:
AgCl, CaCrO4, PbI2
Ciri – ciri larutan elektrolit kuat :
1. Nyala lampu redup
2. Menghasilkan sedikit ion
3. Molekul netral dalam larutan banyak
4. Terionisasi hanya sebagian kecil
5. Penghantar listrik yang buruk
6. Gelembung gas sedikit
7. 0 < α < 1 atau terionisasi sebagian
Contoh : CH3COOH CH3COO- +
H+
2. Larutan Non-Elektrolit
Larutan nonelektrolit adalah
larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala
berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu tidak menyala pada alat
uji. Larutan yang menunjukan gejala – gejala tersebut pada pengujian tergolong
ke dalam larutan nonelektrolit.
Setelah semua alat(kabel,
larutan elektrolit,elektroda, lampu holder dan bola lampu) disusun, dan
kemudian dihubungkan ke sumber listrik, terlihat lampu tidak menyala. Ini
membuktikan bahwa pada gambar tidak mengalir melalui larutan non elektrolit.
Larutan
non elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit.
Sedangkan zat non elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air
tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler.
Tergolong
ke dalam jenis ini misalnya:
1. Larutan urea
2. Larutan sukrosa
3. Larutan glukosa
4. Larutan alkohol dan lain-lain
Sebagai tambahan, larutan non elektrolit memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1. Tidak menghasilkan ion
2. Semua dalam bentuk molekul netral dalam
larutannya
3. Tidak terionisasi
4. Jika dilakukan uji daya hantar listrik: tidak
menghasilkan gelembung, dan lampu tidak menyala
5. Derajat ionisasi = 0
Tabel pengujian daya hantar
listrik beberapa larutan
Larutan
|
Nyala Lampu
|
Gelembung Gas
|
||
Ada
|
Tidak ada
|
Ada
|
Tidak Ada
|
|
Larutan Ureautan
Larutan Anomia
Laruran HCL
Larutan Cuka
Air aki
Larutan alcohol
Air laut
Larutan H2S
Air Kapur
Larutan Glukosa
|
–
–
√
–
√
–
√
–
√
–
|
√
√
–
√
–
√
–
√
–
√
|
–
√
√
√
√
–
√
√
√
–
|
√
–
–
–
–
√
–
–
–
√
|
B.
Sifat Daya Hantar Listrik dalam Larutan
Larutan
tergolong ke dalam campuran homogen
yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Pelarut -pelarut yang biasa
digunakan adalah air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai
senyawa ion maupun
kovalen. sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui
dengan uji nyala
Gambaran Bentuk Molekul
Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Nonelektrolit.
Jenis Larutan
|
Sifat dan
Pengamatan Lain
|
Contoh Senyawa
|
Reaksi Ionisasi
|
Elektrolit Kuat
|
- Terionisasi
sempurna
- Menghantarkan
arus listrik
- Lampu
menyala terang
- Terdapat
gelembung gas
|
NaCl, NaOH, H2SO4,
HCl, dan KCl
|
NaCl —> Na+ +
Cl-
NaOH —> Na+ +
OH-
H2SO4 —>
H+ + SO42-
HCl —> H+ +
Cl-
KCl —> K+ +
Cl-
|
Elektolit Lemah
|
- Terionisasi
sebagian
- Menghantarkan
arus listrik
- Lampu
menyala redup
- Terdapat
gelembung gas
|
CH3COOH,
N4OH, HCN, dan Al(OH)3
|
CH3COOH
–> H+ + CH3COOH-
HCN –> H+ +
CN-
Al(OH)3 –>
Al3+ + OH-
|
Non Elektrolit
|
- Tidak
terionisasi
- Tidak
menghantarkan arus listrik
- Lampu
tidak menyala
- Tidak
terdapat gelembung gas
|
C6H12O6
C12H22O11
CO(NH2)2
C2H5OH
|
C6H12O6
C12H22O11
CO(NH2)2
C2H5OH
|
C.
Cara Larutan Elektrolit Menghantarkan Arus
listrik
Pada Tahun 1887, seorang
ilmuwan Swedia yang bernama Svante August Arrhenius mengemukakan sebuah teori
yang menjelaskan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Menurutnya,
larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, karena dalam larutan
elektrolit tersebut terdapat ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion inilah
yang dapat menghantarkan arus listrik. Untuk lebih memahami teori Arhennius
ini, coba perhatikan gambar di atas!
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa arus listrik mengalir melalui larutan elektrolit(CuCl2) yang ditandai dengan bergeraknya jarum amperemeter. Hal ini dikarenakan larutan tersebut terion menjadi ion Ca2+ yang bergerak menuju katoda dan ion Cl- yang bergerak menuju anoda.
Berdasarkan gambar pertama
terlihat bahwa larutan elektrolit kuat (NaCl) terion sempurna menjadi ion Na+
dan Cl- sehingga dapat menghidupkan lampu dengan terang karena jumlah ion yang
banyak. Sedangkan pada gambar ke dua terlihat larutan elektrolit lemah(CH3COOH)
terion sebagian menjadi ion CH3COO- dan ion H+ dan sebagian dalam bentuk
CH3COOH Karena jumlah ion yang sedikit maka lampu menyala dengan redup.
Daya hantar listrik pada
larutan elektrolit kuat, lemah dan non elektrolit merupakan kekuatan elektrolit
yang dinyatakan dengan derajat ionisasi (α). Secara matematis dinyatakan dengan
persamaan berikut
α = mol zat yang terionisasi
mol zat mula-mula.
α = mol zat yang terionisasi
mol zat mula-mula.
Berdasarkan persamaan diatas
dan kegiatan sebelumnya :
Jika α = 1, maka zat
terionisasi sempurna dan merupakan latutan elektrolit kuat.
Jika 0< α <1, maka zat
terionisasi sebagian dan merupakan larutan elektrolit lemah.
Jika α = 0, maka zat tidak
terionisasi dan merupakan larutan non elektrolit
Larutan
elektrolit dapat menghantarkanarus listrik sedangkan larutan nonelektrolit
tidak menghantarkan arus listrik. Hantaran
listrik larutan disebabkan oleh partikel bermuatan yang disebut ion. Ion
positif tertarik ke katoda (-) dan ion negative ke anoda (+). Totalnya
merupakan perpindahan muatan dari suatu kutub ke kutub lain. Karena adanya
perbedaan muatan. Aliran ion inilah yang menyebabkan larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik.
Listrik
dapat mengalir dari dua medium, yaitu logam dan larutan. Dalam logam, listrik
diantarkan oleh electron bermuatan negatif yang bergerak sehingga disebut
penghantar elektronik. Dalam larutan, listrik dihantrakan oleh ion yang
bergerak dan disebut penghantar elektronik.
Perubahan
suatu senyawa menjadi ion-ion dalam suatu larutan disebut proses ionisasi.
Proses ionisasi merupakan salah satu cara menunjukan pembentukan ion-ion,
umumnya ditulis tanpa melibatkan molekul air atau pelarut, namun terkadang
molekul air dituliskan juga. Misalnya HCl yang dilarutkan dalam air dapat
ditulis dalam dua persamaan:
HCl
→H+ + Cl–
HCl
+ H2O →H3O+ + Cl–
CH3COOH
→H+ + CH3COO–
CH3COOH
+ H2O →H3O+ + CH3COO–
Pada mulanya hantaran listrik larutan ditentukan dengan mengukur kuat arus yang melalui larutan. Kemudian diketahui bahwa cara ini mengandung kesalahan, karena arus listrik dalam larutan menimbulkan polariasi, yaitu penumpukan ion pada elektroda. Ini dapat diatasi dengan arus bolak balik dan mengukur tahanan larutan.
Senyawa
seperti glukosa, etanol, gula tebu dan larutan urea dalam bentuk padatan,
lelehan maupun larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak
mengalami ionisasi atau tetap dalam bentuk molekul.
D.
Sumber Ion Dalam Larutan
Elektrolit
Ion-ion yang timbul dalam
larutan elektrolit terdiri dari dua sumber yaitu senyawa ionik dan senyawa
kovalen polar.
Senyawa ionik tersusun atas
ion-ion sekalipun dalam dalam bentuk padat atau kering.Misalnya NaCl dan NaOH.
NaCl tersusun dari ion Na+ dan ion Cl¯ sedangkan NaOH tersusun
dari ion Na+ dan ion OH–.
Senyawa-senyawa ionik dalam
keadaan padat tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ion yang
terikata dengan kuat, sehingga tidak ion-ion tersebut tidak mengalami
mobilisasi ketika diberi beda potensial. Namun apabila senyawa ionik dilarutkan
dalam pelarut polar misalnya air, maka senyawa ionik adalah suatu elektrolit.
Hal ini disebabkan ion-ion yang awalnya terikat kuat pada kisi terlepas
kemudian segera masuk dan menyebar dengan air sebagai medium untuk bergerak.
Perlu diketahui bahwa semua senyawa
ionik yang yang dapat larut dalam pelarut polar seperti air dan lelehan senyawa
ionik merupakan suatu elektrolit.Tetapi lelehan senyawa ionik memiliki daya
hantar listrik yang lebih baik dibanding larutannya.
Hal ini disebabkan susunan
ion-ion dalam lelehan senyawa ionik lebih rapat dibanding dalam bentuk larutan,
sehingga ion-ion yang ada lebih mudah atau lebih cepat bergerak menuju anoda
dan katoda ketika diberi beda potensial.
Ion dalam air dapat dibentuk
dengan tiga cara, yaitu :
1. Zat terlarut adalah senyawa ion, seperti NaCl
dan K2SO4
2. Zat terlarut senyawa kovalen, tetapi dalam
air terurai menjadi ion, seperti HCl dan H2SO4
3. Zat terlarut senyawa kovalen, tetapi bereaksi
dengan air sehingga membentuk ion positif dan negatif, seperti NH3 dan
CO2.
b. Senyawa Kovalen Polar
Senyawa-senyawa kovalen baik kovalen polar maupun
nonpolar dalam keadaan murni tidak dapat menghantarkan arus listrik.Tetapi
senyawa kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam
pelarut yang sesuai.Hal ini disebabkan senyawa kovalen polar dalam pelarut yang
sesuai mampu membentuk ion-ion.
Misalnya
senyawa kovalen polar mampu membentuk ion di dalam air sehingga dapat
menghantar arus listrik.Tetapi senyawa kovalen polar tidak mampu membentuk ion
di dalam benzena sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik.HCl, NH3 dan
CH3COOH merupakan beberapa contoh senyawa kovalen polar.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
1. Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut larutan elektrolit, sedangkan larutna yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan non elektrolit.
2. Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah.
3. Jika diuji dengan elektrolit, maka pada larutan elektrolit kuat akan terlihat gejala yaitu lampu menyala terang dan banyak gelembung gas. Sedangkan larutan elektrolit lemah akan memperlihatkan gejala lampu yang redup dan terdapat gelembung gas atau hanya terdapat gelempbung gas tanpa nyala lampu. Larutan non elektrolit mempunyai gelembung gas dan tidak membuat lampu menyala.
4. Kekuatan elektrolit dapat diukur dengan menggunakan derajat ionisasi (α). Jika
5. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion-ion yang bergerak bebas.
6. Zat elektrolit kuat dalam air menggion secara sempurna, sedangkan zat elektrolit lemah hanya mengion sebagian.
7. Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar yang mengalami pengionan.
B. Saran
- Untuk Sekolah
Diharapkan penambahan buku lebih banyak lagi dalam pembahasan larutan elektrolit dan non elektrolit. - Untuk Guru
Diharapkan ibu/bapak bisa menjelaskan rinci lagi mengenai larutan elektrolit dan non-elektrolit. - Untuk Murid
Mahasiswa dapat mengetahui dan mempelajari lebih dalam tentang larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit.
DAFTAR PUSTAKA
http://idrissetiawanalwysclever-skiripsi.blogspot.co.id/2012/07/makalah-kimia-larutan-elektrolit-dan.html
https://zonaliakimiapasca.wordpress.com/kimia-kelas-x/semester-2/1-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit/49-2/
S, Syukri. Kimia Dasar 2. 1999. Bandung: ITB
Sunarya, Yayan. Kimia Dasar 2. 2012. Bandung: CV. Y Rama Widya
Download Cover Elektronit dan Non Elektrolit
Download Kata Pengantar Elektronit dan Non Elektrolit
Download Makalah Elektronit dan Non Elektrolit











0 Response to "Makalah Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Download Doc"
Post a Comment